-
Dua asosiasi musisi, AKSI dan VISI, kompak memperjuangkan nasib pencipta lagu.
-
Mereka menuntut revisi Undang-Undang Hak Cipta di Gedung DPR RI.
-
Harapannya ada kepastian hukum yang jelas untuk kesejahteraan para pencipta lagu.
Suara.com - Dua organisasi musisi terbesar di Indonesia menunjukkan kekompakan yang solid demi memperjuangkan nasib para pencipta lagu di Tanah Air.
Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) dan Vibrasi Suara Indonesia (VISI) sama-sama menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada hari ini, Selasa, 11 November 2025.
Kedua asosiasi tersebut dijadwalkan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Legislatif (Baleg) DPR RI.
Agenda utama pertemuan krusial ini adalah pembahasan mengenai revisi Undang-Undang Hak Cipta yang telah lama dinantikan.
Perwakilan dari kedua kubu, Piyu dari AKSI dan Ariel selaku representasi VISI, sama-sama memberikan pernyataan sebelum mengikuti rapat.
Mewakili AKSI, gitaris dan motor utama grup band Padi Reborn itu memandang pertemuan ini sebagai momen yang sangat fundamental.
Lelaki berusia 52 tahun itu menegaskan pentingnya kesempatan ini untuk menyuarakan aspirasi para komposer kepada wakil rakyat.
"Hari ini adalah salah satu momen yang paling penting krusial buat perjuangan dari AKSI, Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia, karena ini adalah saat kita untuk memberikan pendapat, memberikan usulan, memberikan pemaparan kepada DPR bagaimana seharusnya Undang-Undang Hak Cipta itu melindungi pencipta lagu," ujar Piyu.
"Jadi ini krusial banget buat kami. Kami akan berargumen, kami akan memberikan pendapat dan usulan kami kepada DPR," lanjutnya.
Baca Juga: Ariel NOAH Cs Geruduk DPR, Minta Polemik UU Hak Cipta Tak Berlarut-larut
Harapan besar turut Piyu sampaikan pada revisi undang-undang tersebut, untuk menciptakan kepastian hukum.
Menurutnya, implementasi regulasi yang ada saat ini masih jauh dari kata sempurna dan belum menyejahterakan para pencipta lagu.
"Harapannya nanti akan ada kepastian hukum yang jelas, bahwa negara ini butuh perlindungan kepada pencipta lagu. Sebenarnya kita sudah punya Undang-Undang Hak Cipta, tetapi ternyata implementasinya banyak yang salah, yang tidak tidak sesuai sasaran, sehingga banyak pencipta yang masih belum sejahtera, masih banyak yang belum mendapatkan keadilan," kata Piyu.
Senada dengan Piyu, vokalis kharismatik Nazril Irham atau Ariel yang mewakili VISI juga menyuarakan asa yang sama.
Ia berharap RDP ini dapat menyatukan semua informasi dan pandangan yang berbeda.
"Kalau harapan kita sih mungkin karena sudah dikumpulkan bersama-sama, jadi nggak ada miss lagi, mudah-mudahan satu informasi semuanya," kata dia.
Lelaki berusia 44 tahun turut menekankan pentingnya DPR untuk mendengar dengan saksama masukan dari para pelaku industri musik.
"Dan paling penting, mudah-mudahan tuh didengarkan dengan saksama gitu. Jadi, cepat dapat solusinya, kira-kira gitu," ucap Ariel.
Berita Terkait
-
Ahmad Dhani Sebut Sistem Royalti Blanket License Rawan Korupsi, Yakin Ada Orang LMK Bakal Dipenjara
-
Aksi Protes Gelar Pahlawan Soeharto di Kementerian Kebudayaan
-
Ariel NOAH: Mau Sama Siapa Aja Pasangannya, Gak Masalah
-
Dimotori Armand Maulana dan Ariel Noah, VISI Audiensi dengan Fraksi PDIP Soal Royalti Musik
-
Debut di Dunia Film, Ariel Noah Ungkap Alasan Terima Peran Dilan ITB 1997!
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional