Entertainment / Music
Selasa, 11 November 2025 | 15:18 WIB
Fadly Padi Reborn, Ariel NOAH, Judika (perwakilan VISI) menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Baleg DPR RI, Selasa, 11 November 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Baca 10 detik
  • Dua asosiasi musisi, AKSI dan VISI, kompak memperjuangkan nasib pencipta lagu.

  • Mereka menuntut revisi Undang-Undang Hak Cipta di Gedung DPR RI.

  • Harapannya ada kepastian hukum yang jelas untuk kesejahteraan para pencipta lagu.

Suara.com - Dua organisasi musisi terbesar di Indonesia menunjukkan kekompakan yang solid demi memperjuangkan nasib para pencipta lagu di Tanah Air.

Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) dan Vibrasi Suara Indonesia (VISI) sama-sama menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada hari ini, Selasa, 11 November 2025.

Kedua asosiasi tersebut dijadwalkan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Legislatif (Baleg) DPR RI.

Agenda utama pertemuan krusial ini adalah pembahasan mengenai revisi Undang-Undang Hak Cipta yang telah lama dinantikan.

Perwakilan dari kedua kubu, Piyu dari AKSI dan Ariel selaku representasi VISI, sama-sama memberikan pernyataan sebelum mengikuti rapat.

Mewakili AKSI, gitaris dan motor utama grup band Padi Reborn itu memandang pertemuan ini sebagai momen yang sangat fundamental.

Piyu Padi Reborn (perwakilan AKSI) menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Baleg DPR RI, Selasa, 11 November 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Lelaki berusia 52 tahun itu menegaskan pentingnya kesempatan ini untuk menyuarakan aspirasi para komposer kepada wakil rakyat.

"Hari ini adalah salah satu momen yang paling penting krusial buat perjuangan dari AKSI, Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia, karena ini adalah saat kita untuk memberikan pendapat, memberikan usulan, memberikan pemaparan kepada DPR bagaimana seharusnya Undang-Undang Hak Cipta itu melindungi pencipta lagu," ujar Piyu.

"Jadi ini krusial banget buat kami. Kami akan berargumen, kami akan memberikan pendapat dan usulan kami kepada DPR," lanjutnya.

Baca Juga: Ariel NOAH Cs Geruduk DPR, Minta Polemik UU Hak Cipta Tak Berlarut-larut

Harapan besar turut Piyu sampaikan pada revisi undang-undang tersebut, untuk menciptakan kepastian hukum.

Menurutnya, implementasi regulasi yang ada saat ini masih jauh dari kata sempurna dan belum menyejahterakan para pencipta lagu.

"Harapannya nanti akan ada kepastian hukum yang jelas, bahwa negara ini butuh perlindungan kepada pencipta lagu. Sebenarnya kita sudah punya Undang-Undang Hak Cipta, tetapi ternyata implementasinya banyak yang salah, yang tidak tidak sesuai sasaran, sehingga banyak pencipta yang masih belum sejahtera, masih banyak yang belum mendapatkan keadilan," kata Piyu.

Senada dengan Piyu, vokalis kharismatik Nazril Irham atau Ariel yang mewakili VISI juga menyuarakan asa yang sama.

Ia berharap RDP ini dapat menyatukan semua informasi dan pandangan yang berbeda.

"Kalau harapan kita sih mungkin karena sudah dikumpulkan bersama-sama, jadi nggak ada miss lagi, mudah-mudahan satu informasi semuanya," kata dia.

Load More