-
Once menekankan pentingnya keseimbangan antara pencipta lagu, penyanyi, dan pemilik rekaman dalam sistem royalti.
-
Ketidakjelasan pengelolaan royalti menjadi penyebab sengketa yang terus muncul di industri musik Indonesia.
-
Akses masyarakat terhadap karya seni dijamin, namun tetap menghormati hak dan keistimewaan pencipta.
Suara.com - Penyanyi Once Mekel memberikan pendapatnya mengenai polemik royalti hak cipta musik yang tak kunjung usai di Tanah Air.
Musisi berusia 55 tahun itu menyoroti satu prinsip fundamental, yang menurutnya harus menjadi landasan utama dalam penyelesaian masalah ini.
Menurutnya, ada satu kata yang paling penting untuk dipegang oleh semua pihak yang terlibat, yakni keseimbangan.
Mantan vokalis Dewa 19 itu menjelaskan bahwa keseimbangan ini harus mencakup hak bagi semua elemen dalam ekosistem musik.
Keseimbangan itu harus terwujud antara pencipta lagu, pelaku pertunjukan atau penyanyi, hingga pemilik master rekaman.
"Saya kira ada satu kata yang paling penting yaitu keseimbangan. Keseimbangan untuk pencipta, untuk pelaku pertunjukan, penyanyi, dan juga pemilik master," ujar Once dalam sesi Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dengan para penyanyi dan pencipta lagu, Selasa, 11 November 2025.
Pelantun "Dealova" ini menyebut bahwa sistem royalti di Indonesia yang belum terorganisasi dengan baik sebagai biang keladi munculnya berbagai gugatan dan ketidakpuasan.
Akibatnya, kasus-kasus sengketa royalti terus bermunculan hingga hari ini.
"Pengorganisasiannya, kemudian pengumpulan royalti melalui lembaga. Ini selain baru, belum terlaksana dengan baik," kata Once.
Baca Juga: Ariel NOAH Cs Geruduk DPR, Minta Polemik UU Hak Cipta Tak Berlarut-larut
Namun, yang juga tidak kalah krusial adalah keseimbangan antara hak pencipta dengan hak masyarakat luas sebagai penikmat musik.
Once menegaskan bahwa akses masyarakat terhadap karya seni dijamin oleh Undang-Undang Dasar.
"Keseimbangan ini antara pencipta dan masyarakat. Artinya masyarakat mesti punya akses terhadap ciptaan itu. Itu sudah ada dalam undang-undang kita. Bukan hanya undang-undang, tapi itu dalam Undang Undang Dasar kita, bahwa setiap bagian dari masyarakat punya hak untuk juga menikmati, dan bahkan mengembangkan karya seni," jelasnya
Meski demikian, hak publik tersebut tetap tidak boleh menihilkan atau meniadakan hak istimewa yang melekat pada seorang pencipta karya.
"Tapi, itu harus atas dasar aturan-aturan yang tidak menafikan atau tidak menihilkan, tidak meniadakan hak dan keistimewaan, kemuliaan dari hak pencipta ya," kata Once.
Once pun menutup pernyataannya lewat sebuah penegasan ulang tentang pentingnya membangun keseimbangan dalam ekosistem industri musik, baik sebagai pelaku maupun penikmat.
Berita Terkait
-
Miris! Vina Panduwinata Ungkap Pencipta Lirik 'Burung Camar' Tak Pernah Dapat Royalti
-
Ariel NOAH: Masih Ada Penyanyi Disomasi Saat Nyanyikan Lagunya Sendiri, Legendaris Lagi
-
Beda 'Kubu' dengan Fadly soal Royalti, Piyu Padi Reborn: Itu Hal Biasa
-
Di DPR, Once Mekel Goda Fadly dan Piyu Masih Ngeband Bareng Meski Beda Sikap Soal Royalti
-
Satu Suara di Parlemen, AKSI dan VISI Kompak Perjuangkan Nasib Pencipta Lagu di Hadapan DPR
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Cerdas Cermat MPR Disebut Rekonstruksi Adegan Laskar Pelangi, Bedanya Juri di Film Bersikap Kesatria
-
Bantah Sengaja Cueki Syifa Hadju, Ahmad Dhani: Namanya Manusia Tempatnya Lupa
-
Pinkan Mambo dan Arya Khan Rujuk: Cinta Kami di Luar Batas
-
Sinopsis The Doorman: Kucing-kucingan eks Marinir dan Perampok, di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Memburu Bintang Komika Baru: Kompas TV Punya SUCI, Netflix Ada Funny AF with Kevin Hart
-
Film Top Gun dan Sekuel Maverick Tayang Ulang Mulai Hari Ini, Cuma Seminggu di Bioskop
-
5 Sinopsis Film Netflix yang Lagi Bertengger di 5 Besar Hari Ini
-
Film Taiwan Terlaris Sunshine Womens Choir Siap Tayang di Indonesia, Sinopsisnya Bikin Haru
-
Malam Keramat: Labirin Teror Ritual Kuno yang Mencekam, Malam Ini di ANTV
-
Afgan Gelar Konser Tunggal Retrospektif: Simak Daftar Harga Tiket Mulai Rp600 Ribuan!