Suara.com - Drama perebutan takhta Keraton Surakarta 2025 memasuki babak baru setelah munculnya dua figur yang sama-sama mengklaim gelar Pakubuwono XIV.
Kondisi ini memicu perhatian luas karena mencerminkan kompleksitas adat suksesi dan dinamika internal keluarga Keraton Solo.
Perselisihan tersebut bermula dari wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII yang meninggalkan dua kandidat kuat penerus takhta.
Situasi kemudian berkembang cepat hingga berujung pada dualisme kepemimpinan yang mengguncang tatanan tradisi keraton.
Dualisme kepemimpinan Keraton Solo muncul setelah wafatnya PB XIII yang meninggalkan tujuh anak dari tiga istri.
Kronologi Perebutan Takhta Keraton Solo 2025
Sengketa ini dipicu oleh gugatan masing-masing kubu terkait legitimasi suksesi yang dianggap mendesak untuk segera ditentukan.
Kedua putra PB XIII kemudian tampil sebagai figur utama perebutan takhta dengan dasar klaim berbeda.
Perbedaan interpretasi terhadap paugeran adat dan titah raja menjadikan situasi semakin kompleks dan sensitif. Berikut kronologi lengkapnya.
2 November 2025: PB XIII Wafat dan Memicu Perebutan Takhta
Baca Juga: Putra PB XIII Tiba-Tiba Dinobatkan Jadi PB XIV, Rapat Keraton Solo Berubah Ricuh
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII wafat di RS Indriati Solo Baru dan meninggalkan warisan kepemimpinan yang belum terselesaikan.
Kepergiannya justru mempertemukan dua putranya dalam perebutan legitimasi sebagai penerus raja.
Kondisi ini semakin memanas karena tidak adanya kesepakatan tunggal dari para kerabat keraton.
Sementara itu masyarakat menunggu arah baru kepemimpinan Keraton Surakarta.
5 November 2025: KGPH Purbaya Menobatkan Diri sebagai PB XIV
KGPH Purbaya mengukuhkan diri sebagai Pakubuwono XIV di hadapan jenazah ayahnya sebelum prosesi pemakaman.
Berita Terkait
-
Putra PB XIII Tiba-Tiba Dinobatkan Jadi PB XIV, Rapat Keraton Solo Berubah Ricuh
-
Lautan Masyarakat Iringi Pemakaman Raja Pakubuwono XIII
-
Terpopuler: Jalan Terjal Calon Raja Keraton Solo Gusti Purbaya hingga Zodiak Paling Hoki
-
Peristirahatan Terakhir Paku Buwono XIII: Prosesi Pemakaman Berlangsung Hikmat
-
Profil dan Pendidikan Gusti Purbaya, Kukuhkan Diri sebagai Raja Baru Keraton Solo di Usia 22 Tahun
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
8 Rekomendasi Serial Netflix April 2026, Ada Spin-off Stranger Things
-
Sinopsis Born Guilty, Park Seo Joon Jadi Penjahat Misterius di Drakor Noir Baru Disney+
-
Perankan Orang Madura, Bang Tigor Keceplosan Logat Batak Syuting Film The Hostage's Hero
-
Segera Syuting, Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Gandeng Nia Dinata dan Sederet Aktor Papan Atas
-
Sebelum Rilis di Indonesia, Film Ghost In The Cell Sudah Dibeli 86 Negara, Ini Daftarnya
-
Killer Elite: Ketika Statham dan De Niro Terjebak dalam Labirin Konspirasi, Malam Ini di Trans TV
-
Balik Main Sinetron, Arya Saloka Pilih Sutradara dan Penulis Sendiri
-
Zona Merah Resmi ke Layar Lebar: Luna Maya Jadi Cewek Alpha yang Siap Berantas Zombie?
-
6 Prank April Mop 2026 yang Sukses Bikin Internet Gempar
-
Benarkah Awkarin Hamil Anak Bule Australia? Cek Faktanya