- Korban pengeroyokan bernama Irmanda Putra
- Pengeroyokan terjadi akibat kesalahpahaman saat melakukan moshing
- Usai acara, korban kembali dikeroyok, bahkan disabet senjata tajam
Suara.com - Sebuah acara musik bawah tanah di Plum Hotel Palereman, Kota Batu, Jawa Timur pada Minggu malam (16/11/2025), berubah menjadi arena kekerasan yang memilukan.
Irmanda Putra, vokalis band hardcore asal Turen, Kabupaten Malang, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekitar 10-15 orang, bahkan disabet senjata tajam berupa celurit di bagian pundaknya setelah acara.
Insiden ini berawal dari keributan yang dipicu oleh kesalahpahaman saat moshing dan berlanjut menjadi tragedi yang mencoreng citra skena musik bawah tanah (underground) yang seharusnya menjunjung tinggi persaudaraan dan ekspresi kreatif.
Peristiwa tragis ini bermula saat band yang digawangi Irmanda tampil. Di tengah-tengah pertunjukan, kericuhan pecah di area penonton yang tengah melakukan moshing atau slam dancing.
Aktivitas ini, yang merupakan ciri khas konser musik hardcore dan punk, memang melibatkan saling dorong, senggol, bahkan pukul yang dilakukan secara sadar dan sukarela sebagai bentuk ekspresi dan pelepasan energi.
Namun, menurut informasi yang dihimpun, kericuhan yang berawal dari saling senggol saat moshing ini justru memicu perkelahian serius.
Irmanda, yang berada di atas panggung, tiba-tiba diserang oleh sekelompok penonton. Rekannya, One Regi Febriansyah, yang mencoba melerai, juga ikut menjadi korban pengeroyokan.
Ketegangan memuncak ketika Irmanda mencoba berdamai di luar aula, namun ia justru kembali diserang dan dibacok dengan celurit.
Korban saat ini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bacok di pundak dan kepala. Polisi telah mengamankan delapan terduga pelaku dan masih memburu pelaku utama pembacokan.
Baca Juga: 5 Sepatu Adidas Paling Wajib Buat OOTD 'Anak Skena' Juli 2025
Ironi Gigs: Dari Ekspresi Menjadi Kekerasan
Kejadian di Batu ini adalah ironi yang menyakitkan sekaligus memalukan. Gigs, khususnya di skena hardcore, seharusnya menjadi ruang aman. Ini adalah tempat di mana musisi dan penonton bisa meluapkan amarah, frustrasi, dan energi secara kolektif melalui musik dan gerakan fisik yang intens seperti moshing tanpa ada dendam pribadi.
Tragedi ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai dasar dalam skena telah terdistorsi.
Kekerasan yang terjadi, apalagi dengan melibatkan senjata tajam dan serangan kepada musisi yang sedang tampil, jauh dari semangat Do-It-Yourself (DIY) dan solidaritas yang diusung oleh subkultur ini.
Insiden ini menuntut kritik keras terhadap mentalitas beberapa individu dalam kerumunan konser hardcore, yaitu kebiasaan "baper" atau terbawa perasaan.
Memilih masuk ke area pit, sudah pasti harus siap untuk bersenggolan, terpukul ringan, atau bahkan terjatuh. Aturan tak tertulis di skena musik bawah atah, jangan dendam atau baper! Sebab hal itu justru jadi ritual bagi penikmat musik bawah tanah.
Berita Terkait
-
Skena Banget, TikToker Mirip Wakil Presiden Indonesia Bikin Publik Geger: Mas Gibran Kalau Gak Nurut Sama Bapaknya..
-
5 Ide Outfit Skena Bocil, Tampil Keren ala Cipung hingga Kamari
-
Apa Itu Outfit Skena? Gaya Busana Rayyanza yang Jadi Perbincangan
-
Mix and Match: Rekomendasi Brand Streetwear Skena Skateboarding Fashionable
-
Cherrypop 2024 "Selamet Bermusik": Bertabur Bintang dan Program Spesial Skena
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Ammar Zoni Ngaku Diintimidasi Oknum Saat Dirazia di Penjara, Minta Hakim Putar CCTV Rutan Salemba
-
Anak-Anak Celine Evangelista dan Stefan William Belajar Ngaji di Masjid Nabawi
-
Kekerasan Pemain Sepak Bola Viral, Andre Taulany Senggol Erick Thohir Bawa-Bawa Pasukan Lapor Pak!
-
Ditanya Jaksa saat Sidang, Ammar Zoni Akui Pernah Isap Ganja di Penjara
-
Dokter Richard Lee Tak Ditahan, Deddy Corbuzier Singgung soal Kebal Hukum
-
Ridwan Kamil Dapat Hak Asuh Arkana Usai Cerai dari Atalia Praratya, Kuasa Hukum Bantah Isu Liar
-
Adly Fairuz Digugat Rp5 Miliar, Diduga Jadi Perantara Calon Akpol
-
Ibrahim Risyad Kerja Apa? Suami Salshabilla Adriani Dikritik Pelit dan Seenaknya pada Istri
-
Pandji Singgung Wajah Ngantuk Gibran, Tompi Jelaskan Soal Ptosis: Bukan Bahan Lelucon!
-
Pemain Tangled Live-Action Diumumkan, Milo Manheim Ditolak Publik karena Isu Timur Tengah