-
Lagu Stecu Stecu yang diciptakan Faris Adam lahir dari momen gabut bersama teman-temannya, namun justru viral besar di TikTok dan dikenal luas di seluruh Indonesia.
-
Faris Adam sudah menciptakan lagu sejak kecil, dan popularitasnya melejit setelah Stecu Stecu pecah tanpa bantuan label, hanya mengandalkan kekuatan media sosial.
-
Kesuksesan lagunya membuat Faris bangga karena karya dan bahasa Indonesia Timur semakin dikenal, dan ia berkomitmen terus mempromosikan musik daerahnya.
"Kadang kan kita semua anak-anak Timur kan kayak gitu. Paling dengan hal-hal gabut, sudah ada musik, lagu jadi," ucapnya.
"Kita bikin di Februari, lalu up di Maret. Alhamdulillah, video klipnya di TikTok dan ditonton sampai ratusan ribu," imbuh Faris menggambarkan proses pembuatan lagu yang singkat.
Faris Adam jelas tak menyangka. Lagu yang dibuat dari keisengan tersebut berbuah popularitas.
Mereka bahkan tidak dibantu label dan hanya mengandalkan viral di TikTok.
"Alhamdulillah banyak juga artis-artis seperti Chika Paramitha, terus Fuji juga. Alhamdulillah sampai saat ini Stecu Stecu bisa pecah," terangnya bersyukur.
Setelah lagu tersebut viral, baru nama Faris Adam terangkat. Ia mulai dipanggil ke berbagai program acara untuk memperkenalkan diri.
"Diundang kemarin pertama di Brownis, terus di Pagi-Pagi Ambyar sama FYP," tuturnya.
Lagu Stecu Stecu yang viral kemudian membuat label melirik Faris Adam. Baru di sini, ia berada di bawah naungan label musik.
Tapi tetap, promosi melalui media sosial seperti TikTok terus dilakukan. Termasuk saat Faris Adam akan mengeluarkan lagu baru, ia memilih media sosial sebagai jalan promosi.
Baca Juga: AMI Awards 2025: Lagu Daerah Bukan Sekadar Niche, tapi Kualitas
"Aku lagi siapin lagu baru, masih tentang joget-joget," katanya yang ogah memberikan bocoran lebih detail.
Bagi Faris Adam, ini juga menjadi kesempatan memperkenalkan lebih luas lagi penyanyi asal Timur Indonesia beserta karyanya.
Ia merasa bangga bahwa kini, karya dari Indonesia Timur mendapat tempat spesial di pendengar musik Tanah Air.
"Bangga lah. Sangat bangga. Saya juga ingin terus membangun musik Timur Indonesia. Ada progresnya. Pokoknya tetap terus berkarya," ucapnya antusias.
Faris Adam juga ikut senang bahwa kekinian, masyarakat sudah lebih mengenal bahasa Indonesia Timur lewat lagu yang dinyanyikan.
"Karena kadang kan orang-orang di sini itu nggak tahu bahasa-bahasa Timurnya bagaimana. Tapi alhamdulillah dengan lagu Timur, orang-orang sudah bisa pakai bahasa kita sendiri, ya kan? Itu aja sih," pungkas Faris Adam menutup pembicaraan.
Berita Terkait
-
Kolaborasi Rahasia eaJ dengan Musisi Lokal Jadi Sorotan di Spotify Wrapped Live Indonesia 2025
-
Hindia dan Raditya Dika Mendominasi, Inilah Nama-Nama Teratas Spotify Wrapped Indonesia 2025
-
Ghea Indrawari Akhirnya Buka Suara Soal Insiden Makanan Basi di Konser, Titip Pesan Ini Buat Panitia
-
Hoaks Tak Hormati Lagu Indonesia Raya, Astrid Kuya Lapor Polisi
-
Spotify Wrapped Live Indonesia 2025 Siap Digelar Besok, Lineup Bertabur Bintang
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi
-
Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah