- Film aksi tahun 2018 berjudul 211 disutradarai York Shackleton, terinspirasi perampokan bank "North Hollywood Shootout" 1997.
- Nicolas Cage memerankan polisi tua Mike Chandler terjebak baku tembak saat mengawal remaja sipil dalam program patuh.
- Film tersebut menuai kritik keras walau aksi baku tembak dianggap menghibur, sementara Cage tetap memberikan penampilan meyakinkan.
Suara.com - Bagi para penggemar film aksi, nama Nicolas Cage adalah jaminan sebuah tontonan yang intens, terlepas dari skala produksi film tersebut.
Pada 2018, Cage kembali ke layar lebar lewat film bertajuk 211.
Disutradarai oleh York Shackleton, film ini mencoba mengangkat ketegangan dari salah satu peristiwa perampokan bank paling berdarah dalam sejarah kepolisian Amerika.
Meski tidak secara eksplisit disebut sebagai film biografi, 211 sangat terinspirasi oleh peristiwa nyata "North Hollywood Shootout" tahun 1997.
Judul film ini sendiri diambil dari kode kepolisian California untuk "perampokan sedang berlangsung" (robbery in progress).
Dibintangi juga oleh bintang muda Michael Rainey Jr. (dikenal lewat serial Power) dan aktor Selandia Baru Dwayne Cameron, apakah film ini mampu menyajikan ketegangan yang dijanjikan?
211 akan tayang Kamis (11/12/2025) malam ini pukul 23.00 WIB. Berikut adalah sinopsis lengkap dan ulasan mendalamnya.
Sinopsis Film 211
Cerita berpusat pada Mike Chandler (diperankan oleh Nicolas Cage), seorang perwira polisi tua yang sedang berduka dan berada di ambang masa pensiun.
Baca Juga: The Dark Knight Rises: Jadi Penutup Trilogi Superhero Terbaik, Malam Ini di Trans TV
Chandler adalah tipe polisi konvensional yang keras namun memiliki dedikasi tinggi.
Suatu hari, Chandler dan mitra mudanya, Steve MacAvoy (Dwayne Cameron), ditugaskan untuk membawa seorang remaja sipil bernama Kenny (Michael Rainey Jr.).
Kenny adalah siswa SMA yang terlibat masalah perkelahian di sekolah karena membela diri dari perundungan.
Sebagai bagian dari hukuman dan pembinaan, pihak sekolah dan kepolisian menempatkannya dalam program ride-along (ikut berpatroli bersama polisi).
Apa yang seharusnya menjadi patroli rutin yang membosankan bagi Kenny berubah menjadi mimpi buruk.
Di sisi lain kota, sekelompok tentara bayaran elit dan sadis yang dipimpin oleh Tre (Ori Pfeffer) sedang melancarkan aksi perampokan bank yang terencana dengan matang.
Mereka bersenjata lengkap dengan senapan serbu militer dan perlengkapan taktis berat.
Nasib membawa mobil patroli Chandler, MacAvoy, dan Kenny tepat ke lokasi bank tersebut saat perampokan sedang berlangsung (kode 211).
Terjebak tanpa bantuan taktis yang memadai dan kalah dalam persenjataan, Chandler harus menggunakan segala pengalamannya untuk melindungi Kenny yang tidak bersalah, menyelamatkan mitranya yang terluka, dan menghentikan para perampok sebelum mereka melarikan diri.
211 adalah entri yang menarik namun memecah belah kritikus.
Meskipun naskahnya sering dianggap klise oleh para kritikus, Nicolas Cage tetap memberikan penampilan yang berkomitmen.
Cage berhasil membawakan karakter polisi yang lelah dan berduka dengan cukup meyakinkan, meskipun materi ceritanya terbatas.
Cage tidak "bermalas-malasan" di sini; ia memberikan gravitasi pada karakter Mike Chandler.
Sesuai genrenya, film ini menjual aksi baku tembak. Sutradara York Shackleton berusaha keras meniru kekacauan yang terjadi pada kejadian nyata tahun 1997.
Suara tembakan yang memekakkan telinga dan kehancuran properti menjadi menu utama di paruh kedua film.
Bagi penikmat film aksi murni yang tidak terlalu mempedulikan kedalaman plot, segmen ini cukup menghibur.
Namun, kita harus jujur secara editorial. Film ini mendapatkan kritik keras dari media internasional.
Sejumlah kritikus menyebut film ini terasa "canggung" dan mengkritik transisi adegan yang terkadang membingungkan.
Plot sampingan mengenai kehidupan pribadi para karakter seringkali terasa tidak menyatu dengan konflik utama, membuat ritme film terasa tersendat.
Kehadiran Michael Rainey Jr. memberikan dinamika yang menarik. Ia bukan sekadar "beban" dalam cerita, melainkan representasi dari warga sipil yang terjebak dalam situasi perang kota.
Chemistry-nya dengan Cage, meski singkat, memberikan sedikit elemen emosional di tengah hujan peluru.
Sebuah fakta menarik yang menambah nilai apresiasi terhadap film ini adalah insiden di balik layar.
Nicolas Cage mengalami cedera patah pergelangan kaki yang cukup parah saat syuting film ini di Bulgaria.
Cedera ini sempat menghentikan produksi selama beberapa minggu.
211 mungkin bukan film terbaik dalam karir Nicolas Cage, dan tentu saja tidak sebanding dengan film klasik perampokan bank seperti Heat (1995).
Namun, film ini menawarkan durasi yang ringkas (86 menit) dengan aksi yang to-the-point.
Berita Terkait
-
The Dark Knight Rises: Jadi Penutup Trilogi Superhero Terbaik, Malam Ini di Trans TV
-
Fakta Menarik Film Suka Duka Tawa: saat Lelucon Bertemu Luka
-
Renegades: Tim Navy SEALs Nekat Curi Emas Nazi 27 Ton di Dasar Danau, Malam Ini di Trans TV
-
Malam Ini di Trans TV: Siap Hadapi Dilema Moral Batman vs Kekacauan Ala Joker?
-
6 Days: Ketegangan Nyata di Balik Pengepungan Kedubes Iran, Malam Ini di Trans TV
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bukti Cinta, DJ Bravy Bikin Tato Wajah Anak Erika Carlina
-
Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa
-
Cindy Rizky Aprilia Diduga 'Jual' Jadwal Jaga Malam, Demi ke Jepang Bareng Suami Maissy?
-
Midnight Diner Masih Ada di Netflix, Tontonan Peredam Stres Sehabis Kerja
-
Gebrakan Iva Deivanna: Dari Panggung Musik, Kini Siap Taklukkan Layar Lebar lewat 2 Film Sekaligus
-
Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
-
Selisih Harganya Fantastis! Drone Shahed Iran Rp320 Juta vs Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
K-Pop Bertemu Koplo, Uniknya Akulturasi Budaya di Film Terbaru Sheryl Jesslyn
-
Dibuang ke Panti Jompo setelah Besarkan Anak, Kisah Pilu Nirina Zubir di Film Jangan Buang Ibu
-
Freelance: Upaya John Cena Selamatkan Karier dan Nyawa di Tengah Kekacauan, Sahur Ini di Trans TV