Entertainment / Gosip
Rabu, 07 Januari 2026 | 08:05 WIB
Venna Melinda saat menghadiri acara ulang tahun Gala Sky di Gedung Kemang 54, Jakarta Selatan pada Senin, 14 Juli 2025. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Ayah Venna Melinda tutup usia di umur 74 tahun dengan meninggalkan seorang putra bungsu berkebutuhan khusus bernama Alvin.
  • Selama ini, Jimmy menjadi pengasuh tunggal bagi Alvin yang menyandang autisme setelah istri keduanya meninggal dunia.
  • Semasa hidup, mendiang Jimmy sempat gelisah memikirkan siapa yang akan melanjutkan tugas merawat Alvin di masa depan.

Suara.com - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Venna Melinda. Sang ayah, Jimmy Rekartono, mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 74 tahun.

Di tengah suasana duka yang mendalam, perhatian publik kini tertuju pada sosok Alvin, putra bungsu Jimmy sekaligus adik tiri Venna Melinda.

Alvin merupakan anak berkebutuhan khusus yang selama ini menjadi prioritas utama dalam hidup mendiang Jimmy.

Kepergian Jimmy Rekartono memunculkan sebuah pertanyaan besar yang selama ini juga menghantui pikiran sang ayah semasa hidup, yakni bagaimana nasib Alvin setelah ini? Mengingat selama ini, Jimmy adalah sosok tunggal yang mengabdikan masa tuanya untuk merawat Alvin seorang diri.

Siapa Alvin?

Alvin merupakan buah hati dari pernikahan kedua Jimmy Rekartono. Meskipun memiliki ibu yang berbeda, Venna Melinda selalu mengakui Alvin sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarganya.

Dalam sebuah kesempatan wawancara sekitar dua tahun lalu, Venna sempat memperkenalkan sosok Alvin kepada publik.

"Alvin tuh adik aku, tapi lain ibu. Jadi papa ini anaknya empat. Alvin ini boleh dibilang berkebutuhan khusus," kata Venna.

Kondisi Alvin yang menyandang autisme membuat ia memerlukan perhatian ekstra sepanjang waktu. Di usianya yang kini telah menginjak dewasa, Alvin tetap memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama kepada Jimmy yang selama ini bertindak sebagai pengasuh utama.

Baca Juga: Kabar Duka, Ayah Venna Melinda Meninggal Dunia

Merawat anak berkebutuhan khusus bukanlah perkara mudah, terlebih bagi Jimmy yang harus menjalaninya di usia yang sudah tidak lagi muda. Jimmy harus menghadapi tantangan fisik dan emosional setiap harinya demi memastikan kenyamanan Alvin.

Ia mengakui bahwa ada dinamika yang cukup berat dalam menghadapi perilaku Alvin yang kerap tidak terduga.

"Di usia tua ya sebenernya berat, dia umur sudah mau 25 tahun, tapi karena dia autis otmoatis perilakunya masih kayak anak kecil. Perangainya itu temperamental," kata Jimmy ketika itu.

Jimmy menceritakan bagaimana perubahan perilaku Alvin terjadi, terutama setelah sang ibu (istri kedua Jimmy) meninggal dunia. Alvin yang terbiasa dimanjakan seringkali kesulitan mengontrol emosinya jika keinginannya tidak terpenuhi secara instan.

"Waktu masih ada mamanya, dia dimanja. Jadi dia kalau makanan gak enak, bukan makanan dari restoran, cuma makanan ala kadarnya, gak mau, dia marah. Emosional, banting-banting."

Jauh sebelum dirinya tutup usia, Jimmy Rekartono sebenarnya sudah memikirkan dengan sangat matang mengenai masa depan putra bungsunya tersebut. Ia secara terbuka menyatakan kegelisahannya mengenai siapa yang akan melanjutkan tugasnya menjaga Alvin jika suatu saat ia telah tiada.

Ketiga anaknya yang lain, termasuk Venna Melinda, telah memiliki kehidupan masing-masing dan sudah berkeluarga.

Selain itu, komunikasi dengan keluarga dari pihak ibu Alvin pun diakui telah terputus, menambah beban pikiran Jimmy mengenai wali yang tepat untuk Alvin.

"Dari keluarga almarhum Mamanya juga sudah lost contact. Itu big question ini yang sampai hari ini Papa belum (tahu) Papa kalau malam berdoa aja, minta sama Allah, 'Coba bukakan jalan, siapa ini yang jadi perwalian'," katanya.

Ketidakpastian ini menjadi ganjalan batin bagi Jimmy hingga akhir hayatnya. Meskipun ia memiliki anak-anak lain yang sukses, tanggung jawab merawat individu dengan kebutuhan khusus seperti Alvin memerlukan komitmen penuh yang tidak bisa diserahkan begitu saja tanpa kesiapan mental dan waktu.

Keikhlasan Jimmy Sebagai Seorang Ayah

Meski harus melewati hari-hari yang melelahkan dengan segala keterbatasan fisiknya sebagai lansia, Jimmy Rekartono tidak pernah mengeluh atau berniat mencari pendamping baru.

Fokus hidupnya benar-benar dicurahkan untuk Alvin. Ia memandang Alvin bukan sebagai beban, melainkan sebagai amanah atau titipan berharga dari mendiang istrinya yang harus ia jaga sebaik mungkin.

"Alvin itu segimanapun menjengkelkannya, apalagi kalau marah ngancur-ngancurin semua, kesel tapi mau bagaimana lagi. Itu kan titipan dari almarhum Nana, jadi ya udah, apa pun terima ikhlas," ujarnya.

Keikhlasan inilah yang menjadi landasan Jimmy dalam merawat Alvin hingga napas terakhirnya.

Kini, dengan kepulangan Jimmy Rekartono, publik berharap agar Venna Melinda dan saudara-saudaranya dapat memberikan kepastian mengenai perwalian Alvin, sehingga amanah yang selama ini dijaga dengan penuh kasih sayang oleh sang ayah tetap berlanjut dengan baik.

Load More