- Dokter Detektif merasa lega dan bersyukur atas penetapan Richard Lee sebagai tersangka kasus skincare overclaim.
- Doktif meminta polisi segera menahan Richard Lee karena ancaman hukuman di atas 5 tahun dan untuk mencegah perulangan perbuatan.
- Doktif berencana membuka posko pengaduan bagi konsumen yang merasa dirugikan untuk menuntut pengembalian uang.
Suara.com - Dokter Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Dokter Detektif dalam kasus Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan.
Saat ini, Richard Lee yang sudah dipanggil Polda Metro Jaya, menjadwalkan akan memberikan keterangan pada hari ini, Selasa, 6 Januari 2026.
Bersamaan dengan hal tersebut, Doktif menggelar konferensi pers. Ia mengucap syukur bahwa laporan yang dilayangkan pada 2 Desember 2024 kini menemui titik terang.
"Huh, alhamdulillah! Kayak bisul meletus, lega banget. Alhamdulillah ya Allah," ungkap Dokter Detektif ditemui di Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 6 Januari 2026.
Menurut Doktif, apa yang dilakukan Richard Lee harus hentikan, yakni penjualan skincare overclaim.
Karena itu, Doktif berharap uang masyarakat yang dibayar untuk tindakan mempercantik diri, dikembalikan.
"Kapan duitnya masyarakat ratusan miliar balik?" tanya Doktif.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Doktif bahkan berencana untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menuntut haknya kembali.
"Nanti kita bikin posko pengaduan ya. Jadi nanti kalian tinggal melaporkan, belanja berapa gitu kan, nanti duitnya diganti," tutur Dokter Detektif menjelaskan rencananya ke depan.
Baca Juga: Respons Tenang Richard Lee Usai jadi Tersangka, Siap Hadir ke Polda Hari Ini?
Tujuan utama dari laporan ini menurutnya sangat sederhana, yaitu keadilan bagi konsumen.
"Itu aja tujuannya. Doktif senang banget," lanjutnya singkat.
Namun, di balik kegembiraannya, Doktif menilai Richard Lee tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan kerugian para pelanggan secara sukarela.
Oleh karena itu, ia beranggapan bahwa jalur pidana adalah satu-satunya cara untuk memberikan efek jera kepada pria kelahiran 1985 itu.
"Tapi kalau Doktif lihat memang dia tidak mau mengembalikan itu, jadi mungkin ya pidana aja yang bisa membuat dia jera," tegas Dokter Detektif.
Doktif Minta Richard Lee Ditahan
Persoalan hukuman pun tak luput dari sorotan tajam Dokter Detektif dalam kasus yang menjerat Richard Lee.
Ia memaparkan ancaman penjara yang sangat serius bagi tersangka dalam kasus perlindungan konsumen dan data pribadi ini.
"Ancamannya 12 tahun kalau PDP (Perlindungan Data Pribadi), kalau tidak salah 6 tahun untuk SSS. Untuk DRL itu ancamannya di 12 tahun," urai Doktif mengenai estimasi hukuman.
Mengingat ancaman hukumannya yang berada di atas lima tahun, Doktif mendesak agar pihak kepolisian segera melakukan penahanan.
Baginya, Richard Lee sangat layak untuk dijebloskan ke jeruji besi demi kelancaran proses penyidikan.
"Bukan ada harapan. Dengan barang bukti yang lebih dari dua, sampai detik ini tidak ada penarikan barang, berarti sampai detik ini masih mengulangi perbuatan yang sama, layak wajib ditahan," katanya dengan penuh keyakinan.
Ia kini menunggu keberanian dari aparat penegak hukum di Polda Metro Jaya untuk mengambil tindakan tegas tersebut.
Perempuan bernama asli Samira ini berharap, polisi tidak memberikan perlakuan istimewa kepada Richard Lee dibandingkan dengan pesohor lainnya.
"Jadi ini semua tergantung dari keberanian Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya berani enggak untuk menahan? Memperlakukan yang sama ya," desak Doktif.
Dokter Detektif kemudian membandingkan kasus ini dengan kasus hukum yang pernah menimpa Nikita Mirzani.
Ia merasa ada ketimpangan jika Richard Lee yang nilai dugaannya jauh lebih besar tetap dibiarkan bebas tanpa penahanan.
"Nikita (Mirzani) dengan Rp 4 m (miliar) ditahan dugaannya, sedangkan si DRL ini kan ratusan miliar, 12 tahun, kok enggak ditahan?" sindirnya tajam.
Maka pada kesempatan ini, Doktif sekaligus memberikan pesan kepada Richard Lee. Tidak ada lagi hal yang disembunyikan apalagi mangkir dari kasus.
"Untuk kepada DRL yang Doktif sampaikan, jangan ada kebohongan, jangan ngeles-ngeles lagi, jangan jadi kayak tukang sales obat, ya ngeles ke sana ke mari, ke sana kemari, sudahlah," semprotnya.
Doktif bahkan membandingkan perilaku Richard Lee dengan rekan-rekannya yang berprofesi sebagai tenaga penjual obat yang menurutnya jauh lebih jujur.
Ia mengaku tidak habis pikir dengan sikap Richard Lee selama menghadapi polemik hukum ini.
"Doktif itu punya yang namanya teman sales obat aja itu orangnya jujur-jujur. Kalau kamu ini Doktif enggak tahu," sindir Dokter Detektif lagi.
Doktif Tutup Pintu Perdamaian
Menutup pernyataannya, Dokter Detektif menegaskan, pintu maaf sudah tertutup rapat bagi Richard Lee.
Ia memprediksi bahwa kebohongan apapun yang disampaikan kepada penyidik nantinya justru akan menjadi bumerang bagi sang dokter sendiri.
"Nggak ada kata maaf. Ya nanti kamu mau bohongi penyidik juga, tapi sebenarnya sih kalau dia membohongi penyidik juga penyidik juga akan tahu. Bahkan kemungkinan besar akan ditahan juga langsung dengan senang hati kan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ada Kemungkinan Masa Penahanan Richard Lee Ditambah
-
Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan
-
Foto Richard Lee di Sel Bocor, Tim Kreatif Protes Keras dan Lapor Propam
-
Berkas Kasus dr Richard Lee Segera Rampung, Polisi Siapkan Pelimpahan ke Kejaksaan
-
Pengacara Beberkan Bukti, Laporan Shella Saukia Terhadap Doktif Naik ke Tahap Penyidikan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Setelah Ramai Dihujat Ingin Jual Rumah, Okin Kini Pilih Berdamai dengan Rachel Vennya
-
Retribution: Teror Bom di Balik Kemudi Liam Neeson, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis My Royal Nemesis, Lim Ji Yeon Dirasuki Roh Penjahat Legendaris dari Joseon
-
Asal-usul Kuntilanak Terungkap! Sinopsis Mangkujiwo 2 yang Tayang Malam Ini di ANTV
-
Mahasiswi Korban Pelecehan di Pagar Alam Jadi Tersangka, Banjir Kecaman: Mantap Sekali Negara Kita!
-
The Sounds Project Vol. 9 Umumkan Phase 2, Deretan Musisi Global dan Lokal Siap Tampil
-
Heboh Fuji Tatoan Sejak Berteman dengan Erika Carlina, Disebut Salah Pergaulan
-
Sherina Munaf Repost Konten Perselingkuhan, Alasan Cerai dengan Baskara Mahendra Kembali Diungkit
-
Fuji Geram Dituding Pelit dan Tak Royal ke Keluarga, Bongkar Bukti Transfer Fantastis
-
NCT Wish Kembali ke Indonesia, Siap Seru-seruan Bareng NCTzen di Konser 'INTO THE WISH'