- Dokter Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran konsumen, namun Polda Metro Jaya tidak melakukan penahanan.
- Penyidik menilai Richard Lee kooperatif dan tidak berpotensi melarikan diri atau menghilangkan barang bukti saat proses hukum.
- Pemeriksaan kasus ditunda karena kondisi kesehatan Richard Lee menurun, sisa pertanyaan akan dijadwalkan ulang nanti.
Suara.com - Status tersangka yang kini disandang oleh dokter sekaligus YouTuber, dr. Richard Lee, dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen tidak serta merta membuatnya mendekam di balik jeruji besi.
Polda Metro Jaya memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadapnya, sebuah langkah yang didasari oleh sejumlah pertimbangan subjektif penyidik.
Keputusan ini menjadi sorotan, mengingat kasus yang menjeratnya berkaitan dengan produk dan treatment kecantikan yang memiliki dampak luas bagi konsumen.
Pihak kepolisian pun akhirnya buka suara dan membeberkan alasan kunci di balik tidak ditahannya Richard Lee.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa penahanan seorang tersangka tidak bersifat wajib dan sangat bergantung pada penilaian penyidik di lapangan.
Ada beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan untuk tidak menahan seseorang.
"Misalnya, dia tidak akan melakukan perbuatan kembali, atau takut dia melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau misalnya dia menyuruh orang untuk mengubah keterangan atau menghalang-halangi penyidikan," kata Kombes Pol Reonald Simanjuntak saat ditemui di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan penilaian tersebut, penyidik hingga saat ini meyakini bahwa Richard Lee tidak akan melakukan hal-hal yang dapat mempersulit proses penyidikan.
Sikap kooperatif yang ditunjukkan menjadi salah satu poin utama yang meringankannya dari kewajiban penahanan.
Baca Juga: Polisi Tunggu Labfor Kasus Kematian Sekeluarga di Warakas, Tak Mau Terburu-buru Tarik Dugaan Pidana
"Sampai saat ini, penyidik masih berkesimpulan bahwa yang bersangkutan itu kooperatif, sehingga belum saatnya untuk dilakukan penahanan," tegas Reonald.
Proses pemeriksaan terhadap Richard Lee sendiri sempat dihentikan sementara. Hal ini terjadi bukan karena adanya intervensi, melainkan karena kondisi kesehatan sang dokter yang menurun di tengah maratonnya pemeriksaan pada Kamis dini hari.
"Pada pukul 22.00 WIB, saudara RL merasa kurang enak badan dan dari pihak penasihat hukumnya meminta untuk menghentikan pemeriksaan," ungkap Reonald sebagaimana dilansir Antara.
Hingga pemeriksaan dihentikan, penyidik telah melayangkan 73 pertanyaan dari total 85 pertanyaan yang disiapkan. Sisa pertanyaan yang belum diajukan akan dijadwalkan kembali, menunggu kondisi kesehatan Richard Lee pulih sepenuhnya.
"Nanti akan dijadwalkan kembali untuk melanjutkan pertanyaan sampai ke pertanyaan 85 yang akan dijadwalkan minggu depan atau nanti akan dijadwalkan dikemudian hari," katanya. "Nanti masih menunggu dan melihat kondisi kesehatan yang bersangkutan," tambah Reonald.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menepis adanya kekhawatiran bahwa penanganan kasus ini akan terhambat oleh aturan hukum yang baru, seperti KUHP dan KUHAP.
Justru, menurut Reonald, payung hukum yang baru memberikan perlindungan hak asasi yang lebih kuat bagi semua pihak yang terlibat, baik korban, saksi, maupun tersangka.
"Jadi, tidak perlu khawatir dan tidak ada kekhawatiran penyidik bahwa ini akan menghalang-halangi atau memperlambat, tidak. Justru penyidik semakin kuat payungnya karena masing-masing pihak itu ada payung untuk melakukan tindakan hukum," jelasnya.
Berita Terkait
-
Polisi Tunggu Labfor Kasus Kematian Sekeluarga di Warakas, Tak Mau Terburu-buru Tarik Dugaan Pidana
-
Dokter Richard Lee Tak Ditahan, Deddy Corbuzier Singgung soal Kebal Hukum
-
Bikin Gaduh Usai Sebut Pemilik Podcast Juara Selingkuh, Hotman Paris: Cuma Iseng Aja
-
Lagi Dipenjara, Nikita Mirzani Masih Bisa Ledek Richard Lee yang Kini Jadi Tersangka
-
Tunggu sampai Pagi, Dokter Detektif Kecewa Richard Lee Tak Ditahan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi