Entertainment / Gosip
Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:20 WIB
Diduga story pesan WhatsApp pelaku sebelum melakukan pembacokan pada korban di Kampus UIN Suska Riau. (X)

Suara.com - Kejadian pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau yang dilakukan teman satu kampus mengemparkan publik.

Pelaku bernama Reyhan (22) diduga melakukan aksi kejam itu pada Fara (23) karena sakit hati dan dendam setelah cinta ditolak.

Postingan akun TikTok yang kemudian diunggah ulang akun X Boxtisu menunjukkan Story WhatsApp diduga milik Reyhan pada malam sebelum kejadian pembacokan terjadi.

Dalam unggahan tersebut, pelaku mengunggah sebuah lirik lagu "Lily of The Valley" yang dipopulerkan penyanyi terkenal Korea Selatan bernama Daniel.

Cintaku adalah bunga di tanganmu
Ini adalah waktu kita
Aku akan memberimu sesuatu
Yang tak terlupakan

Penggalaran lirik lagu "Lily of the Valley" yang dijadika IG Story oleh Reyhan.

Diduga story WA pelaku

Diduga story WA pelaku sebelum melakukan pembacokan pada korban. (X)

Meski lagu aslinya menggambarkan kesediaan untuk menjaga satu sama lain di masa sulit, kalimat "memberimu sesuatu yang tak terlupakan" seolah menjadi sinyal kelam dari niat jahat pelaku yang telah disiapkan secara matang.

Pelaku diketahui memang sudah memiliki niat kuat untuk melakukan penganiayaan dengan membawa senjata tajam berupa kapak dan parang dari rumahnya.

Sementara itu, lirik lagu yang menjadi soundtrack drama Korea Melancholia begitu mendalam untuk sepasang kekasih.

Baca Juga: Detik-Detik Menkeu Purbaya Kaget Dapat Gift Singa dan Paus Saat Live: Ntar Disangka Gratifikasi

Lagu ini menyampaikan pesan bahwa cinta sejati tidak hanya tentang momen indah, tetapi juga tentang kesediaan untuk menghargai dan menjaga satu sama lain, bahkan di saat sulit.

Banyak yang menyayangkan bahkan jengkel karena lagu seindah "Lily of The Valley" disalah artikan oleh pelaku.

"Itu lirik lagu btw judulnya 'Lily of the Valley' by Daniel. Sebenarnya enak banget lagunya, cuma gegara dia yang bikin story jadi serem," komentar netizen.

"Demi apa my lagu kesukaan gue disalahartikan sama psikopat, jadi dark gini dah lagunya," kata netizen lainnya.

Awal mula kedekatan pelaku dan korban

Meskipun keduanya menempuh pendidikan di universitas yang sama, hubungan mereka baru benar-benar dimulai saat berada di posko KKN.

Fara, sebagai sosok yang ceria dan peduli terhadap kekompakan tim, merasa memiliki tanggung jawab untuk merangkul semua anggota, termasuk Reyhan yang sangat tertutup.

Karena pelaku dianggap sangat sulit berinteraksi dengan rekan satu tim lainnya, Fara berinisiatif untuk lebih sering mengajaknya mengobrol.

Langkah ini dilakukan murni agar program kerja KKN dapat berjalan secara profesional, kompak, dan membuahkan hasil yang baik bagi masyarakat setempat.

Namun, keramahan dan perhatian yang diberikan Fara justru ditangkap secara berbeda oleh pelaku.

Reyhan diduga mengalami perasaan yang terlalu mendalam atau "baper" karena merasa jarang mendapatkan perhatian serupa dari lawan jenis sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, kedekatan mereka pun semakin terlihat menonjol di mata rekan-rekan mereka.

Sayangnya, kenyamanan yang dirasakan pelaku perlahan berubah menjadi obsesi yang tidak sehat.

Setelah masa KKN berakhir, perilaku Reyhan menjadi semakin mengkhawatirkan karena ia mulai mengganggu ruang pribadi Fara.

Fara yang merasa risih dan sudah memiliki kekasih akhirnya bersikap tegas dengan meminta Reyhan untuk menjauh.

Apalagi Fara disebut sudah memiliki pacar selama ini.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Load More