- Anwar Satibi diduga menelantarkan anaknya dengan menunda penanganan medis selama tiga hari meski kondisi korban sudah sangat kritis.
- KPAI menemukan keanehan pada psikologis sang ayah yang terkesan tidak peduli, termasuk laporannya yang menyebutkan Anwar tidak mengunjungi makam anaknya sendiri.
- Kepolisian didesak untuk menyelidiki keterlibatan Anwar, mengingat ia pernah mendamaikan kasus kekerasan serupa pada tahun 2024 yang seharusnya menjadi peringatan awal.
Suara.com - Tragedi kematian Nizam Syafei, bocah asal Sukabumi yang meninggal akibat kekejaman ibu tirinya, TR, kini memasuki fase baru yang mengejutkan.
Sorotan publik kini tertuju tajam pada sang ayah kandung, Anwar Satibi, yang diduga membiarkan buah hatinya menderita hingga mengembuskan napas terakhir.
Indikasi penelantaran ini diperkuat oleh temuan bukti komunikasi via WhatsApp. Pesan-pesan tersebut mengungkap betapa dinginnya respons Anwar saat Nizam tengah dalam kondisi kritis akibat penyiksaan.
"Iya, ada yang tanggal 15, di hari Minggu di WhatsApp dia bilang katanya, 'Saya lagi sibuk, nanti aja,' katanya. Terus tanggal 17 dia hanya kirim foto yang beralaskan karpet aja gitu kan. Tanggal 18 baru dibawa ke rumah sakit. Jadi tiga hari didiamkan," jelas Krisna Murti, pengacara ibu kandung Nizam, Lisnawati, di kantor LPSK, Jakarta Timur, Jumat, 27 Februari 2026.
Menanggapi adanya pembiaran selama tiga hari tersebut, pihak ibu kandung Nizam mendesak otoritas terkait untuk menyelidiki sejauh mana keterlibatan Anwar dalam insiden maut ini.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengawal kasus ini turut menemukan berbagai perilaku tidak wajar dari Anwar Satibi.
Selain menunjukkan sikap apatis, Anwar disebut-sebut tidak memperlihatkan duka layaknya seorang ayah yang kehilangan anak.
"Jadi keluarga juga menyampaikan gitu ya, ayah ini nggak datang melihat kuburan gitu," ungkap Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra.
Lebih lanjut, Jasra menekankan bahwa bekas luka di sekujur tubuh Nizam seharusnya menjadi tanda peringatan bagi Anwar. Namun, bukannya melindungi sang anak, ia justru terkesan menutupi perbuatan istrinya.
Baca Juga: Ayah Nizam Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Diduga Terlibat: Dia Tahu, Tapi Membiarkan
"Dugaan kita bapak sebetulnya mengetahui. Pertanyaan kita, kenapa dia mendiamkan? Mengapa tidak melakukan langkah hukum?" tutur Jasra dengan nada heran.
KPAI juga menyesalkan sikap Anwar pada 2024 silam. Meski sempat melaporkan adanya tindak kekerasan terhadap anaknya, Anwar justru memilih untuk mencabut laporan dan berdamai dengan pelaku.
Langkah tersebut dinilai sebagai kegagalan besar dalam menjalankan fungsi perlindungan sebagai orang tua.
"Bapak melaporkan tapi dia pada akhirnya berdamai gitu ya. Nah kita sangat sayangkan bapak yang seharusnya melindungi anak, ternyata dia mendamaikan kasus ini," tegasnya.
Atas dasar rentetan keganjilan tersebut, KPAI secara resmi mendesak pihak kepolisian untuk mengusut Anwar Satibi secara mendalam. Anwar terancam dijerat pasal penelantaran anak jika terbukti sengaja melakukan pembiaran.
"Karena ini tindak pidana, maka kita koordinasi dengan kepolisian. Kepolisian kita minta untuk mengungkap apakah ada keterlibatan ayah kandung atau tidak," tutup Jasra Putra.
Berita Terkait
-
Kisah Pilu Bocah Yatim Usia 7 Tahun Ditinggal Ibu: Hidup Sendiri Jualan Daun Pisang
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Bocah di Aceh Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tinggalkan Surat "Ampun"
-
Kronologi Penggerebekan 16 WNA di Sukabumi: Sewa Hotel Setahun, Diduga Siapkan 50 Anggota Sindikat
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Ruang Kerja Seskab Teddy Disorot, Foto Selfie Bareng Prabowo di Paris Sukses Bikin Salfok
-
Genap 26 Tahun Berkarier, Andien Umumkan Perilisan Album ke-9 di Panggung Java Jazz Festival 2026
-
Meriah! Kris Dayanti Ungkap Pernikahan Azriel dan Sarah Menzel Bakal Libatkan 3 Budaya
-
Lawan Maling dengan Gunting, Pria Penjaga Kambing Ini Malah Dijebloskan ke Penjara
-
Sebelum Umumkan Menikah dan Hamil, Adhisty Zara Sempat Mundur dari Sinetron karena Alasan Kesehatan
-
Ternyata Masih Jadi Jaminan Bank, Rumah Gono-gini Sarwendah dari Ruben Onsu Terancam Dilelang
-
Adhisty Zara Mendadak Menikah dan Umumkan Kehamilan, Ini Profil Tsaqib Sang Suami
-
Adhisty Zara Mendadak Umumkan Pernikahan dengan Tsaqib, Sekaligus Konfirmasi Kehamilan
-
Belanja ke Pasar, Bunga Zainal Mencak-Mencak Harga Pangan Naik Drastis
-
Bikin Bekasi Bergoyang, Feel Koplo dan Duo Anggrek Tutup Specteve 2026 dengan Heboh