Entertainment / Gosip
Jum'at, 27 Februari 2026 | 18:30 WIB
Ayah Nizam, Anwar Satibi (YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo)
Baca 10 detik
  • Anwar Satibi diduga menelantarkan anaknya dengan menunda penanganan medis selama tiga hari meski kondisi korban sudah sangat kritis.
  •  KPAI menemukan keanehan pada psikologis sang ayah yang terkesan tidak peduli, termasuk laporannya yang menyebutkan Anwar tidak mengunjungi makam anaknya sendiri.
  •  Kepolisian didesak untuk menyelidiki keterlibatan Anwar, mengingat ia pernah mendamaikan kasus kekerasan serupa pada tahun 2024 yang seharusnya menjadi peringatan awal.

Suara.com - Tragedi kematian Nizam Syafei, bocah asal Sukabumi yang meninggal akibat kekejaman ibu tirinya, TR, kini memasuki fase baru yang mengejutkan.

Sorotan publik kini tertuju tajam pada sang ayah kandung, Anwar Satibi, yang diduga membiarkan buah hatinya menderita hingga mengembuskan napas terakhir.

Indikasi penelantaran ini diperkuat oleh temuan bukti komunikasi via WhatsApp. Pesan-pesan tersebut mengungkap betapa dinginnya respons Anwar saat Nizam tengah dalam kondisi kritis akibat penyiksaan.

"Iya, ada yang tanggal 15, di hari Minggu di WhatsApp dia bilang katanya, 'Saya lagi sibuk, nanti aja,' katanya. Terus tanggal 17 dia hanya kirim foto yang beralaskan karpet aja gitu kan. Tanggal 18 baru dibawa ke rumah sakit. Jadi tiga hari didiamkan," jelas Krisna Murti, pengacara ibu kandung Nizam, Lisnawati, di kantor LPSK, Jakarta Timur, Jumat, 27 Februari 2026.

Menanggapi adanya pembiaran selama tiga hari tersebut, pihak ibu kandung Nizam mendesak otoritas terkait untuk menyelidiki sejauh mana keterlibatan Anwar dalam insiden maut ini.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengawal kasus ini turut menemukan berbagai perilaku tidak wajar dari Anwar Satibi.

Selain menunjukkan sikap apatis, Anwar disebut-sebut tidak memperlihatkan duka layaknya seorang ayah yang kehilangan anak.

"Jadi keluarga juga menyampaikan gitu ya, ayah ini nggak datang melihat kuburan gitu," ungkap Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra.

Lebih lanjut, Jasra menekankan bahwa bekas luka di sekujur tubuh Nizam seharusnya menjadi tanda peringatan bagi Anwar. Namun, bukannya melindungi sang anak, ia justru terkesan menutupi perbuatan istrinya.

Baca Juga: Ayah Nizam Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Diduga Terlibat: Dia Tahu, Tapi Membiarkan

"Dugaan kita bapak sebetulnya mengetahui. Pertanyaan kita, kenapa dia mendiamkan? Mengapa tidak melakukan langkah hukum?" tutur Jasra dengan nada heran.

KPAI juga menyesalkan sikap Anwar pada 2024 silam. Meski sempat melaporkan adanya tindak kekerasan terhadap anaknya, Anwar justru memilih untuk mencabut laporan dan berdamai dengan pelaku.

Langkah tersebut dinilai sebagai kegagalan besar dalam menjalankan fungsi perlindungan sebagai orang tua.

"Bapak melaporkan tapi dia pada akhirnya berdamai gitu ya. Nah kita sangat sayangkan bapak yang seharusnya melindungi anak, ternyata dia mendamaikan kasus ini," tegasnya.

Atas dasar rentetan keganjilan tersebut, KPAI secara resmi mendesak pihak kepolisian untuk mengusut Anwar Satibi secara mendalam. Anwar terancam dijerat pasal penelantaran anak jika terbukti sengaja melakukan pembiaran.

"Karena ini tindak pidana, maka kita koordinasi dengan kepolisian. Kepolisian kita minta untuk mengungkap apakah ada keterlibatan ayah kandung atau tidak," tutup Jasra Putra.

Load More