- Film Sengkolo: Petaka Satu Suro adalah horor psikologis yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 22 Januari 2026.
- Mengangkat mitos Jawa tentang kesialan bertubi-tubi (Sengkolo) yang menimpa seorang bidan desa bernama Rahayu (Aulia Sarah).
- Aulia Sarah dan Agla Artalidia menghadapi tantangan berat mulai dari belajar motor manual, adegan kesurupan, hingga akting emosional yang intens.
Suara.com - Industri perfilman Tanah Air kembali diramaikan dengan sajian horor yang menawarkan pendekatan berbeda lewat film "Sengkolo: Petaka Satu Suro".
Diproduksi oleh MVP Pictures dan diarahkan oleh sutradara Deni Saputra, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada Kamis, 22 Januari 2026.
Berbeda dengan horor yang sekadar mengandalkan kejutan visual, film ini menjanjikan kedalaman cerita yang bermain di ranah psikologis.
Hal ini diungkapkan langsung oleh dua pemeran utamanya, Aulia Sarah dan Agla Artalidia, saat bertandang ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026.
Secara garis besar, film ini mengangkat mitos Jawa mengenai "Sengkolo". Agla Artalidia, yang memerankan karakter Marni, menjelaskan makna di balik judul tersebut yang menjadi inti konflik cerita.
"Sengkolo itu artinya kesialan yang bertubi-tubi. Film ini menceritakan soal kesialan bertubi-tubi yang dialami oleh Bidan Rahayu. Karena pada suatu hari, saat dia menolong persalinan warga desa, terjadi suatu peristiwa yang akhirnya membawa dia ke rentetan kesialan selanjutnya," ungkap Agla.
Aulia Sarah dipercaya menghidupkan karakter Rahayu, seorang bidan di desa terpencil yang hidupnya tampak sempurna namun menyimpan kerapuhan.
Rahayu digambarkan sebagai sosok yang ironis, dia mampu menyelamatkan nyawa orang lain, namun tak berdaya menyelamatkan dirinya sendiri.
"Rahayu adalah bidan di desa kecil tersebut. Dia membantu banyak nyawa orang, tapi dia tidak bisa membantu dirinya sendiri. Hidupnya terlihat stabil dan harmonis, namun begitu kena masalah, rasanya benar-benar hancur," tutur Aulia.
Baca Juga: Rilis 15 Januari, Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Adaptasi Timun Mas Lebih Gila dan Seram
Sementara itu, Agla memerankan Marni, asisten sekaligus sahabat Rahayu. Karakter ini digambarkan sebagai wanita sebatang kara dengan nasib tragis, memiliki suami yang tidak bertanggung jawab dan kerap mabuk-mabukan.
"Marni itu rapuh dan enggak punya pegangan, satu-satunya tempat dia bercerita cuma Rahayu," tambah Agla.
Horor Psikologis di Balik Keindahan Kebumen
Proses syuting Sengkolo: Petaka Satu Suro dilakukan di Kebumen, Jawa Tengah, selama kurang lebih 18 hari.
Meski berdurasi singkat, para pemain merasakan atmosfer yang cukup kontras di lokasi syuting.
Pada siang hari, desa tersebut menyuguhkan visual yang asri dan cantik. Namun, suasana berubah drastis saat matahari terbenam.
"Begitu sudah Maghrib, jeng-jeng, berubah langsung sepi banget. Hening banget. Yang kita dengar cuman suara binatang dan angin pantai. Jadi kalau malam, suasananya lumayan mendukung, vibe horornya ada," cerita Agla.
Aulia Sarah pun menekankan bahwa film ini menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan proyek horor yang pernah ia bintangi sebelumnya.
Menurut aktris yang langganan berperan di film horor ini, Sengkolo: Petaka Satu Suro lebih menitikberatkan pada emosi dan drama yang intens.
"Kalau film sebelum-sebelumnya fokusnya lebih ke jumpscare dan ketegangan. Kalau di film ini, banyak banget main emosi dan dramanya. Menurutku ini lebih horor karena mainnya sudah ke psikologis," tegas Aulia.
Tantangan Fisik: Dari Motor Hingga Kesurupan
Di balik layar, kedua aktris ini menghadapi tantangan yang tak mudah. Salah satu yang paling membekas adalah keharusan mengendarai sepeda motor manual, kemampuan yang sama sekali tidak mereka miliki sebelumnya.
"Itu tantangan terbesar buat kita. Aku sama Agla enggak bisa bawa motor, jadi ada workshop khusus. Agla lebih berat lagi, karena dia harus diboncengin aku sambil berdialog," ujar Aulia sembari tertawa mengenang momen tersebut.
Selain teknis berkendara, pendalaman karakter juga menguras energi, terutama bagi Aulia yang harus melakoni adegan kesurupan.
Dia harus menjaga transisi yang halus antara kesadaran Rahayu dan momen saat tubuhnya dikuasai entitas lain.
"Pas Rahayu kesurupan, sebenarnya enggak full 100 persen dia enggak sadar. Itu challenging banget, menjaga karakternya jangan sampai lepas. Terus transisi kembali menjadi manusia normal itu tanda-tandanya seperti apa, itu yang mesti diingat terus," jelas Aulia.
Tantangan kian bertambah dengan gaya penyutradaraan Deni Saputra yang gemar melakukan improvisasi di lokasi syuting.
Meski sempat membuat para pemain kaget karena tidak ada di naskah, improvisasi tersebut diakui justru memperkaya adegan.
"Pak Deni suka banget improve di lokasi. Kadang kita syok, 'Hah? Belum siap nih'. Tapi pas dijalani, ternyata malah melengkapi dan bikin adegannya lebih bagus," kata Agla.
Terlepas dari elemen mistisnya, Sengkolo: Petaka Satu Suro menyisipkan pesan mendalam tentang kekuatan perempuan dalam menghadapi trauma dan tekanan hidup.
"Pesan moralnya, ternyata orang yang terlihat kuat di luarnya, belum tentu sepenuhnya dia benar-benar kuat. Bisa saja di dalamnya dia sebenarnya hancur banget," renung Aulia.
"Dan orang yang mungkin kelihatannya lemah, sering disakiti, dan selalu manut, ternyata bisa jadi orang yang sangat kuat pada akhirnya. Dia mau mengorbankan apapun untuk apa yang dia cita-citaka," timpal Agla.
Selain Aulia Sarah dan Agla Artalidia, film ini juga dibintangi oleh Cindy Nirmala dan Dimas Aditya.
Bagi pencinta film nasional yang menantikan horor dengan kedalaman cerita dan akting memukau, Sengkolo: Petaka Satu Suro siap meneror bioskop mulai 22 Januari 2026.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Horor Biasa, Film Alas Roban Padukan Mitos Lokal dan Teror Psikologis
-
Cuma Dua Hari! Promo Beli 1 Gratis 1 Tiket Nonton Film Dusun Mayit di m.tix Mulai Hari Ini
-
Trauma di Malam 1 Suro: Pengalaman Mencekam Michelle Ziudith Syuting Film Alas Roban
-
NGORBIT Eksklusif: Cerita Mistis Cast 'Alas Roban' saat Syuting di Lokasi Paling Angker Jateng
-
9 Film Horor Asia Terbaik 2025, Didominasi Thailand dan Indonesia
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Digugat Rp5 Miliar Terkait Jasa Pelolosan Akpol, Adly Fairuz Bantah Pernah Menipu
-
Jennifer Coppen Unggah Foto Baru Jelang Nikah dengan Justin Hubner, Ibu Dali Wassink Bereaksi
-
Sinopsis Surat untuk Masa Mudaku, Film Indonesia Original Netflix Pertama di 2026
-
Siap Tayang Lebaran 2026, Produksi Danur: The Last Chapter Dibuat Gila-gilaan
-
Perankan Aisyah di Ahlan Singapore, Rebecca Klopper Ungkap Rencana Berhijab di Masa Depan
-
Makin Menawan! 7 Potret Maternity Shoot Aurelie Moeremans di California
-
Pecah Telur! 10 Aktor Perdana Menang Golden Globe Awards
-
Sinopsis Hamnet, Film Drama Terbaik di Ajang Golden Globes 2026
-
Shandy Aulia Tenteng Tas Rp4 Miliar Bikin Ribut, Gigi dan Syahrini Belum Punya?
-
Kaitan Buku Broken Strings Aurelie Moeremans dengan Isu Child Grooming yang Seret Nama Aliando