Suara.com - Nama Seto Mulyadi alias Kak Seto ikut terseret usai viralnya memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang mengungkap pengalaman grooming saat remaja.
Kasus tersebut membuat publik menelusuri jejak digital masa lalu, termasuk peran Kak Seto ketika orang tua Aurelie sempat meminta perlindungan darinya sebagai pimpinan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak kala itu.
Saat itu, laporan orang tua Aurelie disebut terkesan berjalan di tempat dan tak mendapatkan respons berarti.
Atas hal tersebut, Kak Seto kini menuai respons tajam dari publik atas responsnya terhadap kasus Aurelie saat itu.
Menanggapi polemik tersebut, Kak Seto akhirnya angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menyadari bahwa responsnya di masa lalu kini kembali dipertanyakan publik.
“Kami mengikuti dengan sungguh-sungguh diskusi publik yang berkembang, termasuk berbagai kutipan dan pernyataan di masa lalu yang kembali diangkat,” tulis Kak Seto pada Rabu (14/1/2026)
Kak Seto menjelaskan bahwa praktik pendampingan anak telah mengalami banyak perubahan dalam lebih dari satu dekade terakhir.
“Perlu kami sampaikan bahwa praktik pendampingan anak dan cara pandang terhadap relasi kuasa, kerentanan remaja, serta dampak psikologis jangka panjang telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan,” ungkapnya.
Baca Juga: Kasus Aurelie Jadi Pemicu, Kak Seto Dituding Child Grooming Gara-Gara Usia Istri
Ia menegaskan bahwa pada masanya, setiap pendampingan dilakukan berdasarkan pengetahuan dan kerangka pemahaman yang berlaku saat itu.
“Pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan disampaikan berdasarkan pengetahuan, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu,” lanjut Kak Seto.
Berbeda dari standar yang dulu, Kak Seto mengakui bahwa standar perlindungan anak saat ini jauh lebih ketat.
“Namun kami menyadari bahwa standar perlindungan anak hari ini menuntut kepekaan, kehati-hatian, dan perspektif yang jauh lebih kuat terhadap potensi manipulasi, tekanan emosional, dan ketimpangan kuasa,” tulisnya.
Atas kasus yang dialami Aurelie tersebut, Kak Seto menegaskan bahwa itu akan menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk ke depannya.
“Oleh karena itu, kami menjadikan refleksi atas praktik masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak ke depan,” katanya.
Berita Terkait
-
Cinta Laura Kagum dengan Aurelie Moeremans yang Berani Bersuara Lewat Broken Strings
-
Ternyata Ini Alasan Roby Tremonti Klarifikasi saat Memoar Broken Strings Aurelie Moeremans Viral
-
5 Adu Gaya Nikita Willy vs Aurelie Moeremans, Disorot karena Broken Strings
-
4 Artis Ungkap Kisah Hidup Lewat Buku, Jauh Sebelum Aurelie Moeremans
-
Mengenal Deviana Mulyadi, Istri Kak Seto yang Jarang Tersorot
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto