- Ammar Zoni mengklaim penyidik menggunakan alat setrum saat interogasi dan meyakini adanya bukti video terkait keberadaan alat tersebut.
- Ammar menyebut adanya penganiayaan terhadap terdakwa lain oleh oknum petugas berinisial Y dan seorang petugas lainnya di depan matanya.
- Ammar Zoni menantang bantahan penyidik dengan meminta Majelis Hakim memutar rekaman CCTV untuk membuktikan kebenaran pengakuannya.
Suara.com - Sidang kasus dugaan peredaran narkoba di Lapas Salemba, yang menyeret nama Ammar Zoni kembali digelar. Seperti pekan lalu, mantan suami Irish Bella tersebut memberikan keterangan mengejutkan.
Ammar secara terang-terangan menyebut pihak kepolisian menggunakan alat setrum saat proses penangkapan maupun interogasi.
Ia bahkan meyakini ada bukti video yang merekam keberadaan alat tersebut di lokasi kejadian.
"Saudara kan tadi bilang sudah disumpah, Saudara bilang nggak bawa setruman, kenyataannya di situ Saudara bawa setruman. Di saat video itu Saudara bawa setruman. Di situ ada buktinya soalnya," kata Ammar Zoni dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Tak hanya soal alat setrum, aktor kelahiran 1993 ini juga membongkar adanya dugaan tindak kekerasan fisik.
Ia menyebut beberapa oknum petugas melakukan penganiayaan terhadap terdakwa lain tepat di depan matanya sendiri.
Ammar Zoni bahkan secara spesifik menunjuk inisial petugas yang diduga bertindak kasar selama proses hukum berjalan.
Ia menyebut sosok berinisial Y dan seorang oknum lainnya yang memiliki ciri fisik tertentu sebagai pelaku utama penganiayaan.
"Situ (saksi Mario) gak aniaya, tapi Pak Y itu menganiaya, Pak Y sama yang kepala botak itu yang agak tinggi," terang Ammar Zoni.
Baca Juga: Ammar Zoni Ngaku Disuruh Bikin Surat Pengakuan Jual Narkoba di Rutan
Mendengar tuduhan serius itu, saksi Mario langsung memberikan bantahan di ruang sidang. Petugas kepolisian tersebut bersikeras bahwa seluruh proses hukum dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku tanpa adanya kekerasan.
Mario menjamin bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah membawa apalagi menggunakan alat setrum untuk menekan para terdakwa.
Ia meyakinkan hakim bahwa pengakuan Ammar tersebut sama sekali tidak berlandaskan fakta yang terjadi di lapangan.
"Iya saya jujur, saya yakin tidak ada penganiayaan. Tidak ada Ibu (alat setrum). Siap tidak ada," bantah Mario.
Merasa keterangannya dipojokkan oleh saksi, Ammar Zoni tidak tinggal diam dan langsung menantang balik.
Ia memohon kepada majelis hakim untuk memutar rekaman kamera pengawas atau CCTV guna membuktikan kebenaran ucapannya tersebut.
Berita Terkait
-
'Gue Enggak Sanggup!' Jeritan Hati Ammar Zoni usai Dipindah ke Nusakambangan
-
Mata Ditutup dan Tangan Kaki Diikat, Ammar Zoni Resmi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
Ammar Zoni Gandeng Pengacara Baru, Siap Ajukan PK atas Vonis 7 Tahun
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Review Drama Love Designer, Kisah Cinta Seorang Designer dan Bos E-Commerce
-
Lampung Bersiap Transformasi dari Lumbung Mentah Jadi Raksasa Hilirisasi Pangan Nasional
-
Perkara Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Nyaris ke Level Rp18.000 Lagi
-
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
-
Kucing-kucingan dengan Media! Eks Jampidsus Febrie Dicecar Tim 9 Kejagung Soal Timbunan Emas 74 Kg
-
Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor
-
Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil
-
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik