Suara.com - Popularitas serial animasi Nussa yang dikenal sarat nilai edukasi dan religi kini tercoreng isu serius di balik layar industrinya.
Isu tersebut bermula dari unggahan akun media sosial yang menyinggung dugaan perselingkuhan sosok penting di balik kesuksesan animasi Nussa Rarra.
Unggahan itu menyoroti besarnya monetisasi channel Nussa sejak berdiri pada 2018 dengan total tayangan menembus lebih dari lima miliar.
Alih-alih menikmati hasil kesuksesan, salah satu pendiri justru disebut terjerumus dalam konflik pribadi, utang, dan kehilangan hak atas perusahaan.
Kasus ini pun berkembang menjadi sengketa kepemilikan intelektual yang kini memasuki jalur hukum dan menarik perhatian publik.
Awal Mula Isu Perselingkuhan di Balik Animasi Nussa
Isu bermula dari unggahan akun @oishi_tv yang menyebut adanya WIL atau wanita idaman lain dalam lingkar internal kreator animasi Nussa.
Unggahan tersebut menyinggung ironi kesuksesan finansial Nussa yang kontras dengan kondisi pribadi salah satu pendirinya.
Akun itu juga mengingatkan publik agar tidak menyerang pihak pengelola Nussa saat ini karena kepemilikan channel telah berpindah tangan.
Tak lama berselang, Annisa muncul memberikan klarifikasi dan berterima kasih atas dukungan publik yang menguatkan posisinya.
"Makasih juga semua yang udah up case aku dan kasih dukungannya ya. It means a lot," tulis Annisa pada Rabu, 14 Januari 2026.
Posisi Annisa sebagai Pendiri The Little Giantz
Annisa dikenal sebagai salah satu pendiri The Little Giantz, studio animasi yang melahirkan IP populer Nussa dan Rarra.
Perusahaan tersebut didirikan bersama mantan suaminya, Aditya Triantoro, yang menjabat CEO dan Co-Founder.
Aditya memiliki rekam jejak panjang di industri animasi internasional sebelum kembali ke Indonesia membangun konten anak.
Di balik kolaborasi profesional tersebut, hubungan rumah tangga mereka berakhir dengan perceraian yang menyisakan konflik bisnis serius.
Annisa menyatakan perceraian terjadi akibat dugaan perselingkuhan yang kemudian berdampak langsung pada posisinya di perusahaan.
Dikeluarkan dari Perusahaan dan Sengketa IP
Pada 2022, Annisa mengaku dikeluarkan dari perusahaan yang dia dirikan sendiri bersama mantan suaminya.
Alasan pemberhentian disebut karena dia dianggap tidak pernah bekerja selama tujuh tahun masa operasional perusahaan.
Annisa membantah keras tuduhan tersebut dengan menyebut adanya bukti administratif berupa persetujuan dan tanda tangan resmi.
Kasus sengketa kepemilikan IP Nussa ini kemudian dibawa ke Pengadilan Agama sebagai upaya memperjuangkan hak yang dia klaim terampas.
Proses Hukum dan Dugaan Penggelapan
Dalam proses hukum, Annisa sempat memenangkan tahap awal sebelum pihak lawan mengajukan kasasi.
Putusan terakhir berstatus NO atau Niet Ontvankelijke Verklaard, menandakan gugatan belum menyentuh pokok perkara.
Di tengah proses itu, Annisa mengetahui kabar rencana penjualan IP Nussa ke Visinema saat perkara masih berjalan.
Dia menduga penolakan damai dan kasasi bertujuan menguasai hasil penjualan tanpa pembagian hak yang adil.
Annisa juga mencurigai adanya penggelapan karena tidak pernah diberi akses dokumen keuangan atau perjanjian asli.
Laporan Polisi dan Dukungan Publik
Annisa akhirnya melaporkan pihak lawan ke kepolisian setelah dua kali somasi tidak mendapat respons transparan.
Laporan tersebut kini memasuki tahap penyelidikan dengan pemanggilan saksi yang belum dihadiri pada undangan pertama.
Dia juga menyoroti laporan royalti yang dinilai tidak profesional dan hanya berupa lembar excel sederhana.
Nominal yang diterima disebut sangat kecil dan tidak sebanding dengan potensi pendapatan IP Nussa.
Kasus ini memantik dukungan publik, bahkan memunculkan pengakuan dari pihak lain yang merasa mengalami perlakuan serupa.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Tag
Berita Terkait
-
Polemik Pendiri Animasi Nussa Rarra Masih Berlanjut, Nama Ustaz Felix Siauw Ikut Terseret
-
Kata Aditya Triantoro Soal Karakter Umma di Nussa Rarra Disebut Terinspirasi dari Selingkuhan
-
Aditya Triantoro Buka-bukaan Soal Alasan Depak Mantan Istri dari Perusahaan Animasi Nussa
-
Animasi Nussa Jadi Perbincangan, Annisa Hadiyanti Harap Publik Tetap Dukung Pesan Baiknya
-
Visinema Tegaskan Kepemilikan IP Nussa Sejak 2023, Warganet Ramai Minta Ganti Karakter Umma
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Ada Ritual 'Tepung Tawar' Suku Dayak di Tengah Aksi Massa Kaltim, Apa Maknanya?
-
Ruben Onsu Buru Penipu yang Bikin Perusahaannya Rugi Besar
-
Jisoo BLACKPINK Terseret Kasus KDRT Kakak, Agensi Tegaskan Tak Ada Kaitannya
-
Ikut Demo, Influencer Hanna Pertiwi Sindir Pemprov Kaltim Soal Kursi Pijat Hingga KKN
-
Motor Hilang Bukan Halangan, Kisah Pak Aziz Guru Honorer Kayuh Sepeda Jakbar-Jakut Demi Mengajar
-
TikToker Ini Ngaku Dilecehkan Ustaz Kepercayaan, Keluarga Ogah Lapor Gara-Gara Bukan Orang Kaya
-
Debat Panas di Rosi Soal Makar, Gaya Ngomong Ulta Levenia Disebut Mirip Vicky Prasetyo
-
Sudah Hitung-hitungan Modal, Uya Kuya Malah Tertarik Bikin Dapur MBG?
-
Trauma Rumah Dijarah, Uya Kuya Bikin Sayembara Rp1 Juta Buru Pelaku Hoaks Dapur MBG
-
Fantastis! Fuji Hadiahi Haji Faisal iPhone 17 Pro Max 1TB di Ultah ke-57