-
Film Sadali diproduksi secara simultan dengan film pertamanya dalam satu bulan, menuntut fleksibilitas emosional yang tinggi dari para aktor untuk berpindah latar waktu.
-
Film ini menonjolkan dunia seni lukis Yogyakarta yang otentik, melibatkan seniman khusus untuk menjaga konsistensi karya seni dan referensi pelukis besar era 90-an.
- Melalui naskah puitis khas Pidi Baiq, para pemeran melakukan pendalaman karakter yang intens, memadukan seni peran dengan filosofi seni rupa untuk menggambarkan realita patah hati.
"Terus terang aja skrip ini cukup ambisius di mana ada beberapa nama-nama pelukis tahun 90-an yang cukup besar yang ada di situ. Kami juga semuanya agak yang, 'Ini gimana cara bikinnya ya?' Maksudnya pasti akan sangat tricky dan harus besar sekali produksinya," ungkap Adinia.
Demi menjaga kredibilitas karakter Sadali sebagai pelukis muda berbakat, tim produksi tidak main-main.
Ajil Ditto menjalani workshop khusus untuk mempelajari teknik sapuan kuas (stroke) agar terlihat natural di kamera.
Lebih jauh lagi, seluruh lukisan "karya Sadali" yang tampil di film dibuat secara konsisten oleh satu seniman dari tim artistik.
"Salah satu anak art-nya film ini adalah orang di balik semua lukisannya Sadali. Jadi lukisannya Sadali tidak dibikin oleh beberapa orang, dibikin sama satu orang. Dan itu membuat film ini dan karakter Sadali menjadi benar-benar 'menjadi' karena si pelukisnya sama, otentik," tambah Adinia.
Seni Peran Bertemu Seni Lukis
Proses pendalaman karakter dalam film ini juga unik karena banyak bersinggungan dengan seni rupa.
Adinia Wirasti bahkan menggunakan referensi pelukis dunia, Francisco Goya, untuk membantunya memvisualisasikan sisi gelap atau antagonis dalam seni peran.
Menurutnya, menggambar dan berakting memiliki kesamaan dalam hal mengalirkan energi.
Baca Juga: Suami Orang Padang, Hanggini Merasa Tertantang Perankan Gadis Minang di Film Sadali
"Menurut saya salah satu proses seni peran yang menarik itu adalah menggambar. Karena imajinasi berkembang luas ketika menggambar. Ada energi di situ yang kita bisa (rasakan), 'Oh ternyata kira-kira begini ya yang sedang saya mainkan,'" tutur Adinia.
Sementara itu, Faiz Vishal yang memerankan Budi, sahabat Sadali, melihat film ini dari sudut pandang yang lebih filosofis.
Menurutnya, film ini sangat "hangat dan membumi", terutama dalam menggambarkan bagaimana karakter-karakternya saling mendukung tanpa menghakimi.
Adapun film Sadali mengisahkan babak baru kehidupan Sadali (Ajil Ditto) yang kini tinggal di Magelang dan berkarir sebagai pelukis.
Dia mencoba menata hidup setelah dinamika hubungannya dengan Mera (Adinia Wirasti) dan Arnaza (Hanggini) di masa lalu. Namun, kabar pernikahan Mera kembali mengusik ketenangannya.
Film ini bukan sekadar drama romansa biasa. Adinia mendeskripsikannya sebagai titik tengah antara mimpi dan realita.
Berita Terkait
-
Rayakan Long Weekend Imlek 2026: Ini Daftar Film Terbaru di Bioskop yang Wajib Ditonton
-
Film Sadali: Refleksi Diri di Balik Kanvas Kosong yang Sunyi
-
Mulai Hari Ini, Tiket Nonton Film Sadali Diskon Buy 1 Get 1 di m.tix
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Sadali, Film yang Dibilang Mirip dengan Dilan
-
Sinopsis Film Sadali, Ketika Cinta Lama dan Masa Lalu Datang Bersamaan
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
9 Tahun Dinanti, 30 Ribu Slankers Serbu Lapangan Rampal Malang dalam Konser Slank X HS
-
Charlie's Angel 2019: Aksi, Feminis, dan Penuh Gaya, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Monster Pabrik Rambut: Horor Tanpa Hantu Teror Rachel Amanda hingga Iqbaal Ramadhan
-
Geger Makna Nomor Baju Napi di Film Ghost In the Cell, Joko Anwar Diduga Sisipkan Ayat Suci
-
Bukan Cuma Tilep Uang, Karyawan Juga Sebar Chat Pribadi sampai Bikin Fuji Nyaris Gila
-
Kisah Azril, Bocah Cemong Pengantar Cicilan Utang yang Temani Ibu Kerja di Pabrik Arang
-
Didepak Sepihak dari Panggung, Ikif Kawazhima Bongkar 'Permainan' Manajemen Niken Salindry
-
Uang Miliaran Fuji Dipakai Karyawan Diam-Diam, Buat Belikan Pacar Mobil
-
Update Kasus Pencemaran Nama Baik Heni Sagara, 2 Tersangka Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Ikut Campur soal Lokasi Konser BTS di Jakarta, Pramono Anung 'Kicep' Ditegur Anak