Suara.com - Menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026, film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek semakin mencuri perhatian publik.
Diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film ini memadukan teror berbasis mitos lokal dengan komedi karakter yang dekat dengan keseharian, menghadirkan pengalaman menonton yang tegang sekaligus menghibur.
Antusiasme tersebut menguat sejak perilisan trailer resmi yang langsung dibanjiri komentar positif di media sosial. Banyak warganet menyebut film ini terlihat lucu dan seru, bahkan membandingkan vibe horor-komedinya dengan film-film Thailand yang dikenal berhasil meramu teror dan humor secara seimbang.
Salah satu sorotan utama adalah kemunculan Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar.
Isu “kembar Dodit–Angga” menjadi perbincangan hangat. Sejumlah warganet menilai keduanya tampak semakin mirip di layar, bahkan muncul julukan-julukan seperti “Dodit Yunanda” hingga perbandingan Dodit dengan aktor Thailand Mario Maurer versi lokal.
Perbedaan latar belakang akting justru melahirkan dinamika yang unik: Hestu yang dingin dan menyimpan amarah berhadapan dengan Akbar yang lugu, polos, dan sangat dekat dengan Nenek.
Angga Yunanda mengungkapkan antusiasmenya menjajal genre horor-komedi untuk pertama kalinya.
“Begitu ditawari film ini, aku langsung tertarik karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Di film ini aku bisa serius, bisa tegang, tapi juga harus lucu. Respons beragam yang bilang film ini seru dan lucu bikin aku makin nggak sabar nunggu penonton nonton langsung di bioskop,” ujar Angga.
Dodit Mulyanto menimpali, “Yang paling seru dari film ini justru saat karakter kami saling bertabrakan. Hestu serius dan kaku, Akbar santai dan apa adanya. Dari situ komedinya muncul tanpa harus dipaksakan. Aku merasa humornya hidup karena situasinya dekat dengan kehidupan sehari-hari.”
Baca Juga: Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
Sementara itu, sutradara Fajar Martha Santosa memaparkan bahwa keseimbangan antara horor dan komedi menjadi pendekatan utama dalam penggarapan film ini.
“Sejak awal saya ingin horor dan komedi di film ini berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. Ketegangan tetap dibangun, tapi karakter-karakternya memberi ruang untuk tertawa. Dodit dan Angga memberi warna yang sangat kontras, dan kontras itulah yang membuat ceritanya terasa lebih manusiawi dan menghibur,” ungkap Fajar Martha Santosa.
Selain duo pemeran utama, film ini juga diperkuat oleh jajaran karakter pendukung dan cameo yang mencuri perhatian. Kehadiran Oki Rengga, Wavi Zihan, Nopek Novian, serta sejumlah cameo seperti sosok Eri Pras dan Tante Ernie yang ramai dibicarakan menambah warna komedi dan kejutan dalam cerita. Pemilihan cameo dilakukan secara selektif agar tetap menyatu dengan narasi, tanpa sekadar hadir sebagai pemanis.
Sebagai produser, Sunil Samtani menegaskan bahwa Sebelum Dijemput Nenek merupakan kelanjutan komitmen Rapi Films dalam mengembangkan horor-komedi yang berakar pada budaya lokal.
“Rapi Films selalu berupaya menghadirkan hiburan dan pengalaman sinematik yang menyenangkan. Film ini memadukan mitos kematian, konflik keluarga, dan komedi karakter dalam satu cerita yang utuh. Selain itu, Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, sejalan dengan komitmen kami memberi ruang bagi talenta-talenta baru,” ujar Sunil Samtani.
Ia menambahkan bahwa respons positif sejak trailer dirilis menjadi energi tersendiri bagi tim film.
Berita Terkait
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah
-
Kemendagri Monitor Pengiriman Bantuan 101.000 Lembar Pakaian untuk Korban Bencana di Aceh
-
Komite I DPD RI dan Kemendagri Bahas Isu Strategis Daerah Sampai Percepatan Pembangunan Papua
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Sinopsis Aftermath di Bioskop Trans TV: Arnold Schwarzenegger Buru Keadilan Tragedi Maut Pesawat
-
Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
-
Simple Plan Kembali ke Indonesia, Konser di Jakarta dan Surabaya Rayakan 25 Tahun Berkarya
-
Acara Siraman Syifa Hadju Berlangsung Khidmat, Kris Dayanti Puji Kecantikan Calon Pengantin
-
Sinopsis Fall, Kisah Terjebak di Ketinggian Ekstrem, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Kisah Irma dan Lima Anaknya: Hidup Terkatung-katung di Rimba Kalimantan, Cuma Makan Ubi Kayu
-
Disney On Ice di Istora Senayan Mulai 24 April 2026: Cek Jadwal Pertunjukan dan Harga Tiket
-
Sinopsis Off Campus, Romansa Panas Penulis Lagu dan Atlet Hoki Es yang Mendebarkan
-
Jadi Mahasiswa Koas di Film Horor Komedi Gudang Merica, Fatih Unru Digembleng Dokter Asli
-
Rey Mbayang Idap Autoimun Psoriasis, Alami Kerontokan Rambut Parah