Suara.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan bencana melalui Posko Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera pada Selasa (20/1/2026) di Jakarta Pusat. Inilah sarana penyampaian informasi resmi pemerintah mengenai capaian, tantangan, serta langkah strategis pemulihan pascabencana di tiga provinsi Sumatra, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hadir sebagai Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera adalah Dr. Drs. Amran, MT, yang bertugas sebagai Pejabat Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) di Kemendagri.
"Sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat telah ditetapkan pada 8 Januari 2006 struktur satgas, terdiri dari dua tim utama, yaitu tim pengarah dan tim pelaksana. Ketua tim pelaksana adalah Menteri Dalam Negeri," papar Amran.
Posko Satgas memaparkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus dilakukan secara bertahap dengan pendekatan terkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Fokus utama penanganan saat ini diarahkan pada pemulihan kehidupan masyarakat terdampak, baik dari sisi hunian, layanan publik, maupun aktivitas sosial dan ekonomi.
Satgas menyampaikan data terkini yang telah divalidasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kerusakan permukiman warga berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi lapangan. Tercatat sebanyak 36.609 rumah rusak berat, 22.020 rumah rusak sedang, dan 37.552 rumah rusak ringan akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
"Telah ditetapkan bahwa ada pemberian uang kompensasi, untuk kategori rumah rusak ringan, akan diberikan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sebesar Rp15 juta per orang/Kepala Keluarga, kemudian rusak sedang sebesar Rp30 juta per orang/Kepala Keluarga dari BNPB. Kemudian uang pembiayaan perabotan dan peningkatan ekonomi keluarga sama dengan yang rusak ringan. Demikian juga yang rusak berat untuk uang pembiayaan perabotan isi rumah dan peningkatan ekonomi sama. Besarannya dengan rusak ringan, rusak sedang. Untuk rusak berat diberikan uang kompensasi dari BNPB sebesar Rp60 juta per orang/Kepala Keluarga," jelas Amran.
"Tentunya ini akan diberikan setelah data sudah lengkap secara keseluruhan, setelah divalidasi. Saat sekarang ini proses validasi kemudian menyamakan data dari berbagai sektor terkait. Ya, baik dari BNPB, kemudian dari BPKP, terakhir akan divalidasi oleh BPS untuk melihat kesamaan data tersebut," imbuhnya.
Juru bicara Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera memaparkan 11 prioritas utama penanganan pascabencana yang saat ini menjadi fokus kerja di wilayah Sumatra.
Pertama, percepatan pembersihan lumpur dan material sisa bencana di kawasan permukiman, fasilitas umum, serta pusat aktivitas masyarakat. Langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan lingkungan dan memungkinkan warga kembali beraktivitas.
Baca Juga: Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah
Prioritas kedua adalah perbaikan dan pemulihan akses darat, termasuk jalan utama dan jalur penghubung antarwilayah, guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Selanjutnya, prioritas Satgas adalah menargetkan pengurangan jumlah pengungsi secara bertahap melalui percepatan penyediaan hunian sementara dan hunian tetap yang layak dan aman.
"Kita akan mendorong bagaimana para pengungsi yang ada saat sekarang ini, baik di tempat-tempat pengungsian, maupun di huntara (hunian sementara), dapat berkurang. Semakin sedikit tentunya akan semakin baik. Dan menempati rumah-rumah yang telah ditentukan ataupun yang sudah disediakan," tandas Amran.
Pemulihan fungsi pemerintahan daerah juga menjadi prioritas agar pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
Berikutnya, Satgas memberikan perhatian khusus kepada kondisi warga terdampak lewat layanan kesehatan, termasuk pemulihan fasilitas kesehatan dan pemenuhan kebutuhan medis masyarakat terdampak.
"Sampai saat ini, tinggal ada dua Puskesmas yang beroperasi di luar ruangan. Selanjutnya akan ada perbaikan dan persiapan pengganti. Termasuk kehadiran rumah sakit apung kapal Angkatan Laut," tandas Amran.
Berita Terkait
-
Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah
-
Kemendagri Kirim 1.054 Praja IPDN ke Aceh untuk Pulihkan Desa Terdampak Bencana
-
Kemendagri Monitor Pengiriman Bantuan 101.000 Lembar Pakaian untuk Korban Bencana di Aceh
-
Komite I DPD RI dan Kemendagri Bahas Isu Strategis Daerah Sampai Percepatan Pembangunan Papua
-
Penasihat DWP Kemendagri Tri Tito Karnavian Tegaskan Kualitas Manusia Indonesia: Mulai dari Keluarga
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Benyamin Davnie Kutuk Oknum Guru di Serpong Pelaku Pelecehan Seksual ke Murid SD: Sangat Keji
-
Soal Tim 8 yang Diduga Ikut Lakukan Pemerasan, Sudewo: Mayoritas Kades di Jaken Tak Dukung Saya
-
Saudia Indonesia Sambut Director of East Asia & Australia Baru dan Perkuat Kolaborasi Mitra
-
Pakai Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Sudewo Minta Warga Pati Tetap Tenang
-
Bupati Pati Sudewo Bantah Lakukan Pemerasan Calon Perangkat Desa Usai Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Bukan Cuma Perkara Dugaan Pemerasan, Bupati Pati Sudewo Juga Jadi Tersangka Kasus DJKA
-
Nicke Widyawati Ngaku Tak Pernah Dapat Laporan Soal Penyewaan Kapal dan Terminal BBM
-
Bupati Pati Sudewo dan Tim Suksesnya Diduga Peras Calon Perangkat Desa Hingga Rp 2,6 Miliar
-
KPK Ungkap Uang Rp 2,6 Miliar dalam Karung Jadi Bukti Dugaan Pemerasan Bupati Pati Sudewo Dkk
-
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia hingga Akhir Januari 2026