Entertainment / Gosip
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:27 WIB
Meghan Trainor mengungkap alasan mengapa ia memilih metode surrogate mother untuk anak ketiganya. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Meghan Trainor dan Daryl Sabara menyambut putri pertama, Mikey Moon Trainor, melalui ibu pengganti pada 18 Januari 2026.
  • Surogasi dipilih karena risiko medis tinggi bagi Meghan setelah dua kali operasi caesar sebelumnya.
  • Metode Gestational Surrogacy ini dilarang keras di Indonesia berdasarkan UU Kesehatan dan fatwa MUI.

Suara.com - Kabar bahagia menyelimuti pasangan selebriti Meghan Trainor dan Daryl Sabara.

Pada 18 Januari 2026, mereka resmi menyambut kelahiran anak ketiga sekaligus putri pertama mereka, Mikey Moon Trainor, melalui metode surrogate atau surogasi alias ibu pengganti. 

Kehadiran Mikey melengkapi keluarga kecil mereka setelah sebelumnya dikaruniai dua orang putra, Riley dan Barry, yang dikandung dan dilahirkan sendiri oleh Meghan.

Mengapa Memilih Metode Surrogate?

Keputusan Meghan untuk menggunakan jasa ibu pengganti diambil berdasarkan pertimbangan medis yang matang. 

Setelah melahirkan dua anak laki-laki sebelumnya melalui operasi caesar, Meghan berkonsultasi dengan dokternya dan sampai pada kesimpulan bahwa kehamilan ketiga akan membawa risiko yang terlalu tinggi bagi kesehatan tubuhnya. 

Demi keamanan dan keselamatan ibu serta calon bayi, surogasi menjadi jalan keluar "paling aman" untuk mewujudkan impian mereka memiliki empat orang anak. 

Meghan pun secara terbuka menyebut wanita yang mengandung anaknya sebagai "superwoman" dan bagian dari keluarga besar mereka.

Mengenal Metode Surrogate

Baca Juga: 7 Momen Haru Pertemuan Meghan Trainor dengan Anaknya yang Lahir dari Ibu Pengganti

Secara medis, proses yang dijalani Meghan disebut Gestational Surrogacy.

Dalam metode ini, dokter melakukan prosedur bayi tabung (IVF) dengan mempertemukan sel telur Meghan dan sperma suaminya di laboratorium hingga menjadi embrio.

Meghan Trainor bersama suami, Daryl Sabara bersama dua anaknya. [Instagram]

Embrio tersebut kemudian ditanamkan ke rahim wanita lain (ibu pengganti).

Penting untuk dicatat bahwa sang ibu pengganti hanya "menyewakan" rahimnya sebagai tempat tumbuh kembang janin. 

Secara genetika dan DNA, bayi tersebut 100% adalah anak kandung dari Meghan dan Daryl, tanpa ada hubungan darah dengan wanita yang melahirkannya.

Pro dan Kontra Global

Load More