Entertainment / Gosip
Kamis, 12 Maret 2026 | 08:10 WIB
Pendidikan Abu Janda yang Maki-maki Akademisi dan Mantan Dubes RI di TV (instagram)

Suara.com - Insiden debat panas yang melibatkan Abu Janda dalam program "Rakyat Bersuara" di iNews TV memicu sorotan publik terhadap latar belakang pendidikannya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, 10 Maret 2026, ketika diskusi geopolitik berubah memanas dan berujung pengusiran dari studio.

Abu Janda terlibat perdebatan sengit dengan pakar hukum tata negara Feri Amsari serta mantan Duta Besar Indonesia, Ikrar Nusa Bhakti.

Ketegangan meningkat setelah dia beberapa kali memotong pembicaraan narasumber lain dan melontarkan kata-kata kasar dalam forum diskusi publik.

Moderator Aiman Witjaksono akhirnya meminta Abu Janda meninggalkan studio karena dianggap melanggar etika debat dalam acara tersebut.

Potongan video kejadian itu kemudian viral di media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet.

Di tengah polemik tersebut, banyak pengguna media sosial mulai menyoroti perbandingan latar belakang pendidikan para narasumber dalam forum debat itu.

Feri Amsari diketahui memiliki latar belakang akademik kuat di bidang hukum tata negara dengan pendidikan formal yang panjang.

Dia meraih gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Andalas pada tahun 2004.

Baca Juga: Momen Abu Janda Diusir Aiman Witjaksono Usai Debat Sengit dengan Feri Amsari Soal Palestina

Empat tahun kemudian, Feri kembali menamatkan pendidikan Magister Hukum di universitas yang sama dengan predikat cum laude.

Dia juga melanjutkan studi internasional dan meraih gelar Master of Laws dari William and Mary Law School di Virginia, Amerika Serikat.

Selain pendidikan tinggi tersebut, Feri Amsari telah lama berkarier sebagai dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Andalas sejak 2004.

Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas selama periode 2017 hingga 2023.

Sementara itu, Ikrar Nusa Bhakti dikenal sebagai akademisi dan peneliti senior dengan latar belakang studi hubungan internasional.

Dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia pada 1983.

Load More