- Ditemukan tabung Whip Pink berisi gas Nitrous Oxide (N2O) di kamar Lula Lahfah, namun frekuensi penggunaannya tidak diketahui.
- Polisi tidak bisa memastikan penyebab pasti kematian karena pihak keluarga menolak proses autopsi.
- Kasus resmi ditutup karena tidak ditemukan tanda kekerasan atau unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Iqbal, sebagai perwakilan bidang kesehatan menerangkan, sejauh ini belum ada izin edar untuk N20. Sebab, penggunaannya hanya untuk medis serta penyiapan makanan yang menggunakan whipped cream.
"Artinya memang tidak untuk diedarkan kepada masyarakat. Jadi tidak menggunakan izin edar," katanya.
Barang Lain Ditemukan di TKP
Selain tabung Whip Pink, ada 15 barang bukti yang juga ditemukan di TKP kematian Lula Lahfah. Barang tersebut diantaranya empat botol liquid, delapan pod dari berbagai merek dan warna.
"Untuk delapan pod berbagai merek dan jenis itu ditemukan adanya Gliserin dan Nikotin. Kemudian untuk botol liquid berbagai merek ditemukan sama, yaitu Nikotin dan Gliserin," ujar Azhar Darlan, Puslabfor DNA Bareskrim Polri.
Barang bukti lain adalah kotak obat berwarna pink berisi enam slot, yang terdiri dari 44 tablet.
Mengenai penyebab Lula Lahfah meninggal apakah karena sejumlah zat tersebut, polisi tidak bisa mengambil kesimpulan karena keluarga menolak dilakukan autopsi.
"Kita tidak bisa menjawab akibat apa kematian, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi," katanya.
Sementara keluarga menolak lantaran dipastikan tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Lula.
Baca Juga: Rekaman CCTV Ungkap Kehadiran Reza Arap Saat Lula Lahfah Meninggal, Bawa Dokter ke Apartemen
"Sehingga perkara ini, peristiwa ini, oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dinyatakan dihentikan karena tidak ditemukannya tindak pidana dan perbuatan melawan hukum," ujarnya.
Berita Terkait
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
Bos Whip Pink Ayah dan Anak Jadi Tersangka, Bareskrim Bongkar Bisnis Gas Tertawa Ilegal
-
DWP Buka Suara soal Promosi Whip Pink: Nama Acara Kami Dicatut
-
Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink
-
Influencer APG Diperiksa Polisi Kasus Whip Pink, Akui Sudah 15 Kali Beli Buat Rasakan Efek 'Fly'
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan