Entertainment / Gosip
Jum'at, 13 Februari 2026 | 20:40 WIB
Taqy Malik [Instagram]
Baca 10 detik
  • Aksi Taqy Malik membawa ribuan mushaf sekaligus dinilai melanggar aturan otoritas Arab Saudi.
  • Randy Permana menyoroti harga wakaf Rp330.000 per mushaf yang dipatok Taqy, karena dianggap mengambil untung terlalu besar.
  • Untuk menghindari kecurigaan polisi, penyaluran wakaf disarankan dilakukan secara bertahap.

Suara.com - Penyaluran wakaf mushaf Alquran di Tanah Suci yang dilakukan Taqy Malik disorot negatif oleh temannya sendiri, Randy Permana.

Randy awalnya mengkritik Taqy lewat akun Instagram miliknya, @paparich666. Harga mushaf yang dipatok Taqy dianggap kelewat tinggi.

"Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?" ucapnya dalam postingannya di Instagram yang kemudian memicu perbincangan hangat di kalangan netizen.

Dihubungi awak media, Randy Randy membeberkan fakta di balik peringatannya tersebut. Sebagai sosok yang sudah menetap selama lima tahun sebagai pemandu wisata (tour guide) di Tanah Suci, Randy memahami betul bagaimana regulasi ketat yang diterapkan oleh otoritas keamanan setempat.

Menurutnya, Taqy Malik tercatat sudah melakukan program wakaf mushaf ini sebanyak tiga kali sejak 2023.

Pada aksi terbarunya, jumlah Alquran yang hendak disalurkan mencapai angka yang sangat fantastis. Hal inilah yang dinilai memicu kecurigaan pihak keamanan di Mekah maupun Madinah.

"Ketika Taqy membuka itu, masuklah kurang lebih amanah wakaf hampir 3.000 mushaf," ucap Randy Permana.

Risiko Hukum 

Randy menjelaskan bahwa niat baik tidak selalu berbanding lurus dengan aturan hukum di negara orang.

Baca Juga: Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!

Otoritas keamanan masjid di Arab Saudi memiliki pengawasan yang sangat ketat terhadap peredaran barang di area suci.

Membawa ribuan mushaf secara bersamaan dapat dianggap sebagai aktivitas perdagangan ilegal atau penyelundupan barang komersial.

"Karena dari pihak otoritas keamanan masjid menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan oleh jamaah secara online, dan itu secara aturan dilarang," ucapnya menjelaskan alasan di balik ketatnya pengawasan tersebut.

Meski membeli mushaf untuk diwakafkan sebenarnya diperbolehkan, namun jumlah yang dibawa oleh Taqy Malik dianggap sudah di luar batas wajar untuk kategori individu atau jemaah biasa.

Randy mengaku sudah berulang kali memberikan masukan kepada Taqy agar lebih berhati-hati dan tidak terlalu mencolok dalam menjalankan aksinya.

"Saya sudah bilang, 'Bro, hati-hati ya, jangan terang-terangan'," kata Randy Permana mengenang peringatannya di tahun kedua kegiatan tersebut berlangsung.

Load More