- Warganet melacak latar belakang Dwi Sasetyaningtyas dan menemukan bahwa ayah mertuanya adalah mantan pejabat tinggi negara.
- Mertua Tyas diduga adalah Syukur Iwantoro, eks Sekjen dan Dirjen di Kementerian Pertanian.
- Sang mertua diketahui pernah beberapa kali dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus suap impor bawang putih dan daging sapi.
Suara.com - Permintaan maaf Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas penerima LPDP yang banggakan paspor anak WNA belum cukup bagi publik.
Kecaman terus datang, hingga ada yang mengorek informasi tentang keluarga Tyas.
Seorang warganet melakukan penelusuran dan menduga adanya ketidaksinkronan antara cerita kehidupan Tyas dengan fakta di lapangan.
"Mba Sasetyaningtyas bilang dia dan suami itu hidup susah dulu," tulis akun @/birkindust_ di Thread pada Kamis, 19 Februari 2026.
Hasil investigasi mandiri warganet tersebut kemudian mengungkap identitas asli dari ayah mertua Dwi Sasetyaningtyas.
Sosok mertua Tyas tersebut diduga mantan pejabat tinggi di lingkungan kementerian negara Republik Indonesia.
"Gue nemu kalo ternyata mertua alias bokap suaminya itu pejabat tinggi kementrian ya?" lanjut akun tersebut dengan nada sindiran.
Pria yang dimaksud adalah Syukur Iwantoro. Ia merupakan sosok birokrat senior yang pernah menduduki jabatan strategis di sektor pertanian nasional.
Namun, hal yang paling mengejutkan bagi publik adalah catatan rekam jejak sang mertua yang pernah bersinggungan dengan hukum dengan status saksi.
Baca Juga: Dikecam karena Banggakan Paspor WNA, Penerima LPDP Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf
"Mana langganan (dipanggil) KPK lagi," tambah akun tersebut sembari mengunggah tangkapan layar berita terkait keterlibatan sang pejabat.
Berdasarkan penelusuran data historis, Syukur Iwantoro merupakan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) dan mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.
Syukur Iwanto pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam beberapa kasus suap terkait impor. Kasus Suap Impor Bawang Putih (2019) dan Kasus Suap Impor Daging Sapi (2013).
Berita Terkait
-
11 Kontroversi Irawati Puteri Penerima LPDP, Diduga Kerja Tanpa Lisensi
-
Cinta Laura Sentil Etika Penerima LPDP: Kalau Mampu, Jangan Rampas Hak Orang Lain
-
Belum Pulang ke Indonesia, Alumni LPDP Irawati Puteri Dituding Bawa Kabur Uang ILDS
-
Terpopuler: 7 Gaya Glamor Istri Gubernur Kaltim, Kapan THR ASN Cair?
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
26 Started with a Yes!: Kado Ultah Terindah Eltasya Natasha, Dilamar Kekasih
-
Bukan Hantu, Ini Hal Tak Terduga yang Paling Ditakuti Pemain Selama Syuting Film Munafik
-
Wajah Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Disorot, Benarkah Jodoh Biasanya Mirip?
-
Jihan Nurrainy dan Azeezah Rahma Shakila Sabet Mahkota Indonesia's Girl 2026
-
Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Angker Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12