Entertainment / Gosip
Kamis, 05 Maret 2026 | 14:31 WIB
Mimi Peri mengungkap orientasi seksualnya yang mengaku penyuka sesama jenis. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Mimi Peri sebelumnya menjalani hidup sulit dengan bekerja kasar seperti kuli, penghasilan awal hanya Rp 600 ribu/bulan.
  • Situasi ekonomi memburuk setelah ayahnya meninggal, memaksanya hidup menumpang dan hanya makan batang pisang.
  • Kini, Mimi Peri mengalami perubahan drastis, pernah menghasilkan uang hingga Rp 700 juta saat pandemi.

Suara.com - Sosok Mimi Peri kembali menjadi sorotan. Kontennya bersama Nikita Mirzani di empat tahun lalu, viral lagi.

Konten tersebut adalah video obrolan bersama Nikita Mirzani. Berisi pembahasan soal orientasi seksual yang menyimpang.

Dalam obrolan tersebut, Nikita Mirzani juga mengulik masa lalu Mimi Peri yang terbilang sulit.

"Aku sebelum terkenal itu kayak jual galon, terus kerja-kerja di jahit kayak gitu kan, sama itu cuci mobil gitu," ungkap Mimi Peri di kanal YouTube Nikita Mirzani, April 2021.

Mimi Peri pun enggan gengsi meski harus menguras keringat sebagai kuli bangunan. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun melakukan pekerjaan fisik tersebut demi upah yang sangat minim.

"Kerja kasar sih, kuli juga," kenangnya.

Dahulu, penghasilan per bulannya sangat jauh dari kata cukup untuk kebutuhan sehari-hari. 

Hal ini sangat berbanding terbalik dengan pundi-pundi kekayaannya saat ini yang sudah mencapai angka fantastis.

"Awal-awal sih cuman Rp600 ribu sebulan pas waktu jadi kuli gitu kan," jelas Mimi Peri mengenang masa sulitnya.

Baca Juga: Gak Yakin Penghasilannya Halal karena Konten Waria, Mimi Peri Belum Mau Umrah

Kesulitan ekonomi yang dialami keluarga Mimi Peri memuncak saat sang ayah meninggal dunia. 

Kondisi itu memaksa mereka untuk menumpang tinggal di rumah transmigrasi yang terletak di dalam hutan.

"Nggak punya duit, kadang nggak makan, cuma makan batang pisang di dalamnya kayak babi," tutur pria kelahiran 1988 tersebut.

Demi bertahan hidup, Mimi Peri bahkan terpaksa mengonsumsi dedaunan yang direbus tanpa nasi agar perutnya tetap terisi. 

Ia menceritakan betapa ibunya berjuang keras agar anak-anaknya tetap bisa makan meskipun dengan menu seadanya.

"Makan daun lombok itu lho Kak, direbus doang supaya anak-anaknya pada makan," kata lelaki asal Kendari tersebut.

Load More