Entertainment / Gosip
Jum'at, 06 Maret 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi unta (freepik)

Penampilan yang dianggap alami menjadi salah satu aspek paling penting dalam penilaian.

Skandal seperti ini sebenarnya bukan yang pertama terjadi di dunia kontes kecantikan unta

Pada Festival Unta Raja Abdulaziz di Arab Saudi pada 2018, sejumlah unta juga pernah didiskualifikasi karena dugaan suntikan filler dan toksin botulinum.

Kasus yang lebih besar bahkan terjadi pada 2021 ketika lebih dari 40 unta dikeluarkan dari kompetisi yang sama. 

Saat itu penyelenggara menemukan berbagai manipulasi seperti pembesaran hidung hingga penggunaan hormon tambahan.

Besarnya hadiah dalam kompetisi ini menjadi salah satu alasan munculnya kecurangan. 

Kumpulan hadiah dalam festival unta di kawasan Teluk bahkan bisa mencapai sekitar 66 juta dolar.

Kontes kecantikan unta bukan sekadar pertunjukan ternak biasa. 

Ajang ini merupakan simbol status sosial dan budaya yang kuat di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman

Para pemenang tidak hanya membawa pulang hadiah, tetapi juga meningkatkan nilai dan reputasi hewan tersebut dalam dunia pembiakan. 

Dalam beberapa ajang, kemenangan bahkan bisa menghasilkan mobil mewah atau hadiah uang tunai yang sangat besar.

Namun para pakar kedokteran hewan mengingatkan bahwa prosedur kosmetik pada unta memiliki risiko serius. 

Suntikan dapat menyebabkan infeksi, pembengkakan, hingga kerusakan jaringan.

Botox juga bisa mengganggu fungsi otot yang penting untuk makan dan minum. 

Sementara suntikan hormon dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang seperti gangguan reproduksi dan ketidakseimbangan hormon.

Load More