Entertainment / Gosip
Rabu, 11 Maret 2026 | 18:00 WIB
Reza Arap (Instagram)

Suara.com - Reza Arap baru saja membawa kabar mengejutkan terkait kondisi kesehatan mentalnya.

Melalui sesi live streaming Marapthon Season 3 pada Senin, 9 Maret 2026, mantan suami Wendy Walters ini memutuskan untuk pamit sementara dari aktivitas rutinnya tersebut.

Dalam momen perpisahan yang emosional itu, Arap tampak berpamitan langsung kepada sejumlah anggota AAA CLAN, termasuk Aloy, Ibot, Tepe46, hingga Bravy.

Langkah ini diambil setelah ia didiagnosis mengalami Major Depressive Disorder (MDD) atau gangguan depresi mayor.

Tepe, salah satu anggota AAA CLAN, memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa Arap memang sangat disarankan untuk beristirahat total.

Kondisi mentalnya saat ini dinilai cukup kompleks sehingga memerlukan penanganan serius dari tenaga profesional.

"Dia didiagnosa major depressive disorder. Kondisinya cukup kompleks dan kami juga tidak bisa menutupinya terlalu lama. Arap sempat menemui psikolog dan psikiater, dan dari hasil pemeriksaan itu dia dinyatakan mengalami depressive disorder, intinya stres berat," ujar Tepe.

Mengenal Major Depressive Disorder

Melansir Alo Dokter, Major Depressive Disorder (MDD) merupakan salah satu bentuk gangguan mental serius. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan berkepanjangan hingga muncul rasa putus asa.

Baca Juga: Ramai Isu Tes IQ 85, Terungkap Alasan Reza Arap Mundur dari Marapthon

Tak hanya merusak suasana hati (mood), MDD juga berdampak signifikan pada perilaku serta kondisi fisik penderitanya.

Rasa sedih sebenarnya adalah respons manusiawi, terutama saat menghadapi titik terendah seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, atau kehilangan orang terkasih.

Ilustrasi Depresi

Namun, jika perasaan tersebut menetap dalam waktu lama dan tidak kunjung hilang, hal itu dapat berkembang menjadi depresi berat.

Penderita gangguan depresi mayor sering kali mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial. Selain dampak psikis, kondisi ini juga memicu berbagai keluhan fisik, antara lain, kelelahan ekstrem dan tubuh terasa tidak bertenaga, gangguan tidur (insomnia atau justru tidur berlebihan, perubahan drastis nafsu makan yang memicu fluktuasi berat badan, keluhan fisik lain seperti sakit kepala, masalah pencernaan, hingga disfungsi seksual.

Dalam tingkat yang lebih berbahaya, penderita MDD memiliki risiko melakukan tindakan yang mengancam nyawa atau melarikan diri ke penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Oleh karena itu, gangguan ini tidak boleh disepelekan dan membutuhkan penanganan medis sejak dini untuk mencegah dampak yang lebih fatal.

Load More