Entertainment / Gosip
Kamis, 12 Maret 2026 | 08:45 WIB
Profil Ikrar Nusa Bhakti (YouTube/Ikrar Nusa Bhakti)

Posisi tersebut kini diemban Zuhairi Misrawi yang menggantikan Prof. Ikrar sejak November 2021.

Ikrar Nusa Bhakti merupakan Profesor Peneliti dan pernah menjadi Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 1 Maret 1984 dan golongan kepangkatannya sekarang adalah IV/d Pembina Utama Madya (Peneliti Utama).

Sejak kuliah, Prof. Ikrar suka menulis. Bahkan buletin Politika yang diterbitkan bareng rekan-rekannya sempat dilarang beredar karena tulisan tentang dwifungsi ABRI.

Kini sejumlah buku telah ditulis Ikrar Nusa Bhakti dan menjadi acuan pengetahuan tentang politik.

Sebut saja "Tentara Mendamba Mitra", "Kontroversi Negara Federal", dan "Menjauhi Demokrasi Kaum Penjahat" yang bisa ditemukan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Prof. Ikrar juga menerbitkan buku "Tentara yang Gelisah", "Konflik Papua: Akar Masalah dan Solusi", "Sistem Presidensial dan Sosok Presiden Ideal", dan masih banyak lagi.

Sementara Abu Janda yang merasa lebih jago dari Prof Ikrar ternyata 'hanya' lulusan Diploma IV/Strata 1 menurut data pribadinya yang beredar. Bagaimana pendapatmu?

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Baca Juga: Tak Terima Prof Ikrar Dimaki di Acara iNews TV, Jhon Sitorus: Abu Janda Biadab!

Load More