Suara.com - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus mendapat respons keras dari Ustaz Dennis Lim di media sosial.
Insiden tragis ini terjadi pada Selasa dini hari, 11 Februari 2025, di kawasan Jakarta Selatan saat korban sedang dalam perjalanan pulang.
Pelaku yang berboncengan sepeda motor tiba-tiba mendekat dan menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah wajah Andrie Yunus tanpa peringatan.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di bagian wajah dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa ini langsung menuai kecaman luas dari koalisi masyarakat sipil yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk teror terhadap pejuang keadilan.
Di tengah gelombang kecaman publik, Ustaz Dennis Lim turut angkat suara melalui unggahan video yang berisi pesan tajam kepada pelaku.
"Dapat duit berapa dari nyiram air keras ke muka orang, cukup buat bahagiain keluarga?" tegasnya seperti dikutip pada Minggu, 15 Maret 2026.
Pernyataan tersebut langsung menyentil motif pelaku yang diduga melakukan tindakan keji demi keuntungan materi yang tidak sebanding dengan dampaknya.
Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan apakah uang tersebut cukup untuk menyelamatkan pelaku dari pengadilan Tuhan atas perbuatannya.
Baca Juga: Agar Pelaku Segera Tertangkap, TAUD Minta Polisi Lacak Sinyal di Lokasi Penyiraman Andrie Yunus
"Cukup buat beli tiket selamat dari pengadilan Allah?" lanjutnya dengan nada retoris yang menggugah kesadaran publik luas.
Dalam pesannya, Ustaz Dennis Lim juga menyindir pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut sebagai pihak yang anti kritik.
Dia menegaskan bahwa suara kebenaran tidak akan pernah bisa dibungkam meski ada upaya intimidasi terhadap para pejuang keadilan.
"Selalu akan ada orang yang meneriakkan kebenaran dan menegakkan keadilan, entah dari dai, pejuang, atau siapapun itu," ujarnya tegas.
Pendakwah berusia 34 tahun itu mengutip semangat perjuangan Khalid bin Walid sebagai simbol keteguhan melawan kezaliman dalam kondisi apapun.
Berita Terkait
-
TNI Turun Tangan Selidiki Teror Air Keras Andrie Yunus: Respons Dugaan Keterlibatan Prajurit
-
Fatia Maulidiyanti Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Gelar Doa Bersama, Fatia Maulidiyanti Tuntut Negara Agar Kasus Andrie Yunus Mendapat Jalan Terang
-
Teriakan Andrie Pecah di Salemba, Teror Air Keras jadi Upaya Pembunuhan Berencana
-
Mensesneg Tegaskan Perintah Prabowo Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup