- Pakar kesehatan ingatkan pemudik waspadai heat stress dan polusi saat mudik.
- Dicky Budiman imbau orang tua jaga kecukupan cairan anak selama perjalanan mudik.
- Cuaca panas dan kemacetan panjang berisiko picu gangguan pernapasan bagi pemudik.
Suara.com - Para pemudik diimbau untuk lebih waspada terhadap risiko kesehatan selama perjalanan Lebaran, terutama di tengah cuaca panas ekstrem dan potensi kemacetan panjang yang dapat memperparah paparan polusi udara.
Pakar kesehatan masyarakat, dr. Dicky Budiman, memperingatkan bahwa kombinasi suhu tinggi dan kemacetan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari stres akibat panas atau heat stress hingga gangguan pernapasan dan kardiovaskular.
“Bagi masyarakat yang sedang mudik, saat ini suhu udara mungkin sedang berada di puncaknya. Kondisi ini harus diperhatikan secara serius,” ujar Dicky, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa faktor yang sering kali terabaikan oleh pemudik adalah menurunnya kualitas udara saat terjebak kemacetan parah. Dalam situasi tersebut, konsentrasi polutan meningkat tajam dan sangat berisiko bagi individu dengan riwayat penyakit tertentu.
“Kemacetan panjang meningkatkan paparan polutan. Bagi penderita asma atau gangguan kardiovaskular, hal ini bisa memicu kekambuhan masalah kesehatan secara mendadak,” tambahnya.
Kondisi tersebut semakin diperberat oleh risiko dehidrasi dan kelelahan fisik akibat perjalanan jauh. Dicky menekankan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam menjaga kecukupan asupan cairan tubuh.
“Khusus bagi anak-anak yang menempuh perjalanan jauh, orang tua wajib memperhatikan kecukupan cairan mereka guna mencegah dehidrasi,” jelas Dicky.
Risiko kesehatan diprediksi semakin meningkat jika anak-anak tetap menjalankan ibadah puasa di tengah perjalanan panjang. Dicky mengingatkan perlunya mitigasi terhadap risiko dehidrasi, mabuk perjalanan (motion sickness), hingga potensi cedera fisik selama di kendaraan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau di Indonesia tahun ini akan datang lebih awal. Saat ini, suhu di sejumlah wilayah perkotaan di Indonesia dilaporkan telah mulai melonjak hingga melebihi 34 derajat Celsius pada siang hari.
Baca Juga: Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Tangis Korban Hanania Travel Pecah di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M
-
Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan
-
Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
-
MBG Jangan 'Makan' Hak Guru dan Beasiswa dari Anggaran Pendidikan!
-
Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra