Terkait konsep film, mereka menegaskan bahwa Pelangi di Mars sejak awal ditujukan sebagai film sci-fi untuk anak Indonesia.
"Film ini hadir untuk membuka ruang imajinasi anak-anak Indonesia, bukan sekadar tontonan tetapi pengalaman personal," ujarnya.
Isu penggunaan AI juga dijawab tegas dengan penjelasan bahwa teknologi tidak menggantikan peran manusia dalam berkarya.
"Film tidak akan pernah bisa dibuat sepenuhnya oleh AI karena film adalah tentang rasa manusia dan empati," imbuh mereka.
Mahakarya Pictures juga menekankan bahwa AI saat ini hadir dalam berbagai bentuk di hampir semua teknologi modern.
Mereka menilai diskusi tentang AI harus ditempatkan dalam konteks yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Menjawab tudingan buzzer, mereka menegaskan bahwa keberhasilan film sepenuhnya ditentukan oleh penonton organik.
"Tidak ada strategi jangka pendek yang bisa menggantikan keputusan penonton untuk datang dan menikmati film secara alami," tulis mereka.
Baca Juga: Pertama di Indonesia, Film Pelangi di Mars Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
Mahakarya Pictures juga menyoroti pentingnya hubungan jujur antara film dan penonton tanpa dorongan manipulatif.
"Hubungan terbaik antara film dan penonton dibangun dari pengalaman yang jujur, bukan dorongan sesaat," lanjutnya.
Dalam aspek produksi, mereka menjelaskan bahwa film ini merupakan hasil kerja kolektif ratusan talenta Indonesia.
Prosesnya melibatkan teknologi XR, motion capture, Unreal Engine, serta integrasi live-action dengan animasi modern.
"Seluruh proses tetap digerakkan oleh manusia, oleh ide, rasa, dan dedikasi para kreator selama bertahun-tahun," tuturnya.
Mereka juga mengungkap perjalanan panjang produksi yang dimulai sejak 2020 dengan berbagai kolaborasi lintas perusahaan.
Berita Terkait
-
Pertama di Indonesia, Film Pelangi di Mars Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
-
Kolaborasi Ratusan Kreator, Pelangi di Mars Tawarkan CGI dan VFX Berkelas
-
Mulai Hari Ini, Film Sci-Fi Pelangi di Mars Resmi Tayang Serentak
-
Film 'Pelangi di Mars' Jadi Tonggak Sejarah CGI dan VFX Kelas Dunia dari Indonesia
-
Bikin Bangga! Indonesia Berhasil Produksi Film Sci-Fi 'Pelangi di Mars' dengan Standar Internasional
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Profil Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia Diduga Jadi Pelakor dan Dilabrak iIstri Sah
-
Lebaran Kelabu Shyalimar Malik: Di Ambang Perceraian usai Bongkar Perselingkuhan Suami
-
Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
-
Ayah Mertua Ungkap 'Mode Mute' Sheila Dara, Belum Siap Hadapi Media setelah Vidi Meninggal
-
Ria Ricis Akui Kesepian Jalani Idulfitri Cuma dengan Moana
-
Manajer Ungkap Detik-Detik Pertemuan Denada dan Ressa Rizky Rossano, Usai 24 Tahun Terpisah
-
Gelar Salat Id, Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca Sukses Rangkul Ratusan Warga Jagakarsa
-
John Wick Chapter 3 - Parabellum: Nyawa Keanu Reeves Jadi Buruan, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Absolute Value of Romance: Kim Hyang Gi Jadi Penulis Novel, Tayang April di Prime Video
-
Viral Bupati Situbondo Video Call dengan LC: Isi Percakapannya Mengejutkan!