Suara.com - Film fiksi ilmiah keluarga Pelangi di Mars tengah menjadi sorotan setelah dilanda berbagai kontroversi sejak penayangannya pada Maret 2026.
Film garapan sutradara Upie Guava tersebut mengangkat kisah anak pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars pada tahun 2090.
Sejumlah isu mencuat ke publik, mulai dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan hingga dugaan keterlibatan buzzer dalam promosi film.
Menanggapi polemik tersebut, Mahakarya Pictures akhirnya merilis klarifikasi panjang melalui akun media sosial resmi pada Sabtu, 21 Maret 2026.
"Assalamualaikum Wr. Wb. Sebuah surat kecil dari kami untuk teman-teman yang sudah memberikan beragam ekspresi cinta," tulis mereka.
Mereka menekankan bahwa proyek ini sejak awal bukan sekadar produksi film biasa, melainkan eksplorasi pendekatan baru dalam industri kreatif.
Mahakarya Pictures menjelaskan bahwa langkah awal mereka adalah beradaptasi dengan teknologi serta mengurai kompleksitas proses produksi.
"Langkah pertama kami bukan sekadar membuat film, melainkan beradaptasi dengan teknologi dan menciptakan sistem kerja baru," lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Pertama di Indonesia, Film Pelangi di Mars Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
Mereka juga menegaskan bahwa film ini merupakan proses pembelajaran panjang, bukan hanya hasil akhir yang dinilai semata.
Dalam pernyataan itu, Mahakarya Pictures mengakui bahwa karya tersebut belum sempurna, namun tetap memiliki nilai kontribusi.
"Kami percaya nilai sebuah karya tidak hanya diukur dari bentuk akhir, tetapi dari dampak dan perubahan yang ditanamkannya," tulisnya.
Menanggapi kritik publik, mereka menyebut telah mencermati berbagai diskusi dan opini yang berkembang di ruang publik.
Mereka menilai perbedaan pandangan justru menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri kreatif yang sehat.
Berita Terkait
-
Pertama di Indonesia, Film Pelangi di Mars Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
-
Kolaborasi Ratusan Kreator, Pelangi di Mars Tawarkan CGI dan VFX Berkelas
-
Mulai Hari Ini, Film Sci-Fi Pelangi di Mars Resmi Tayang Serentak
-
Film 'Pelangi di Mars' Jadi Tonggak Sejarah CGI dan VFX Kelas Dunia dari Indonesia
-
Bikin Bangga! Indonesia Berhasil Produksi Film Sci-Fi 'Pelangi di Mars' dengan Standar Internasional
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Gelar Salat Id Perdana di Masjid Barunya, Ivan Gunawan Terapkan Aturan Ketat Buat Marbot
-
Fico Fachriza Rayakan Lebaran dengan Hidup di Jalan Selama 3 Hari
-
Ayah Sempat Kritis Saat Ramadan, Syakir Daulay Ungkap Kondisi Terkini
-
Momen Kiki Eks CJR Mudik Temui Nenek yang Sudah Pikun, Lupa Nama Cucu Tapi Ingat Yel-Yel Keluarga
-
Viral Keluarga Ayu Ting Ting Dapat Tempat Spesial saat Salat Id di Masjid, Malah Banjir Pembelaan
-
Almira Yudhoyono Lolos UI Jalur Scouting, Biaya Kuliahnya Bikin Kaget
-
9 Inspirasi Gaya Lebaran Couple Artis 2026 yang Paling Mencuri Perhatian
-
Padahal Gelontorkan Ratusan Juta Rupiah, THR Dewi Perssik untuk Tetangga Dinilai Terlalu Sedikit
-
Cucu Mpok Nori Dibunuh Orang Iran, Karena Menolak Rujuk?
-
Sebulan Penuh Dibangunkan Sahur, Ruben Onsu Apresiasi Toleransi Betrand Peto