- Abu Janda menyebut pengguna teknologi Amerika yang bersikap anti-Amerika sebagai kaum munafik, karena menganggap semua perangkat digital murni ciptaan AS.
- Klaim tersebut dibantah dengan fakta bahwa teknologi modern berdiri di atas fondasi ilmu pengetahuan bangsa lain, seperti konsep algoritma dari Al-Khwarizmi.
- Ahmad Dhani menyindir Abu Janda memiliki pengetahuan yang dangkal (hanya permukaan) namun terlalu berani bicara di publik.
Suara.com - Musisi kawakan Ahmad Dhani mengunggah konten untuk menyentil sosok Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda.
Abu Janda semula dengan peraya diri mengatakan bahwa hampir semua perangkat digital yang digunakan manusia saat ini adalah ciptaan Amerika Serikat.
"GPS, Google Maps, komputer, PC, laptop, MacBook, handphone, internet, media sosial, semua yang ciptain orang Amerika," ujar Abu Janda dalam video yang dibagikan ulang akun Instagram Ahmad Dhani, Jumat, 27 Maret 2026.
Sementara, lanjut Abu Janda, banyak orang menikmati teknologi tersebut, namun anti terhadap Amerika Serikat.
"Jadi bersyukurlah kita bukan termasuk orang-orang munafik yang tiap hari masih pakai barang-barang tadi tapi anti-Amerika," sambungnya.
Pernyataan tersebut lantas dibantah secara telak oleh seorang pria dalam unggahan akun TikTok @monitorday yang juga dibagikan ulang oleh Ahmad Dhani.
Pria tersebut menjelaskan, teknologi modern tidak lahir dari satu bangsa saja, melainkan hasil perjalanan panjang peradaban manusia.
"Pernyataan seperti ini sekilas terdengar logis, tapi kalau kita uji secara logika sejarah ilmu pengetahuan, klaim ini tidak tepat," tegas pria tersebut.
Narasi dalam video itu mengungkapkan fakta sejarah tentang Al-Khwarizmi, ilmuwan muslim asal Persia atau Iran yang menemukan konsep algoritma.
Baca Juga: Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
"Tanpa konsep aljabar dan algoritma, tidak akan ada software, tidak ada artificial intelligence, bahkan tidak ada media sosial seperti hari ini," jelasnya lagi.
Selain itu, nama besar seperti Ibnu Sina dan Al-Biruni juga disebut sebagai peletak dasar metode berpikir ilmiah serta riset eksperimental.
"Amerika memang hebat dalam mengembangkan teknologi di era industri digital, tetapi fondasi ilmunya dibangun oleh banyak bangsa," tutur pria di video itu.
Ahmad Dhani pun memberikan komentar pedas terkait video penjelasan sejarah yang diunggahnya.
Pentolan band Dewa 19 ini menilai pengetahuan yang dimiliki Abu Janda sangat dangkal karena hanya memahami informasi di kulit luar.
"Salah satu contoh orang yang ilmunya tidak komprehensif. Cuma tau permukaan," tulis Ahmad Dhani lewat keterangan unggahannya.
Ayah Al Ghazali ini juga menyayangkan sikap Abu Janda yang tetap berani bersuara di publik meskipun tidak menguasai inti permasalahan.
"Tidak ke inti. Tapi berani speak up. Berani malu," kata Ahmadi Dhani di akhir postingan.
Berita Terkait
-
Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz
-
Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian
-
Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?
-
Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial