- Presiden Donald Trump mempertimbangkan opsi operasi militer besar di Selat Hormuz akibat frustrasi terhadap negosiasi dengan Iran.
- Pemerintah Amerika Serikat sedang mengkaji kelanjutan Operation Project Freedom guna membuka kembali jalur pelayaran yang tertutup tersebut.
- Keputusan kebijakan final Amerika Serikat akan ditentukan setelah kunjungan Presiden Trump ke China pada 13-15 Mei 2026.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan secara serius untuk kembali melanjutkan aksi militer di Timur Tengah. Informasi tersebut disampaikan CNN dengan mengutip sejumlah ajudan presiden, seperti dilaporkan RIA Novosti pada Selasa (13/5/2026).
Sebelumnya, setelah pembicaraan dengan Trump, Fox News melaporkan bahwa Gedung Putih sedang mengkaji kemungkinan melanjutkan Operation Project Freedom guna membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan keterlibatan militer yang lebih besar.
Menurut laporan CNN, Trump semakin frustrasi terhadap sikap Iran dalam proses negosiasi penyelesaian konflik. Dia disebut kini lebih terbuka terhadap opsi operasi militer skala besar dibanding beberapa pekan terakhir.
Sumber CNN menyebut Trump mulai kehilangan kesabaran karena Selat Hormuz masih ditutup. Selain itu, dia meyakini adanya perpecahan di dalam kepemimpinan Iran yang membuat proses negosiasi terkait isu nuklir berjalan sulit.
Di dalam pemerintahan AS sendiri disebut terdapat perbedaan pandangan mengenai langkah yang harus diambil. Sebagian pihak mendukung pendekatan keras dengan mengusulkan serangan berkelanjutan terhadap target-target Iran untuk melemahkan posisi Teheran.
Namun, kelompok lain masih mendorong jalur diplomatik sebagai solusi utama konflik.
Laporan tersebut juga menyinggung posisi Pakistan sebagai mediator dalam pembicaraan antara AS dan Iran. Pemerintah AS disebut belum sepenuhnya yakin Islamabad menyampaikan posisi Washington secara jelas kepada Teheran, maupun menyampaikan sikap Iran secara objektif kepada pihak Amerika Serikat.
CNN juga menyebut arah kebijakan AS terkait konflik Timur Tengah masih belum final. Keputusan besar kemungkinan baru akan diambil setelah kunjungan Trump ke China pada 13-15 Mei 2026.
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata pada 8 April 2026.
Baca Juga: Cedera Parah, Gelandang Atletico Madrid Terancam Absen Bela AS di Piala Dunia 2026
Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil dan tanpa pengumuman resmi terkait dimulainya kembali konflik terbuka. Setelah itu, Amerika Serikat dilaporkan mulai menerapkan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
(Antara)
Berita Terkait
-
Cedera Parah, Gelandang Atletico Madrid Terancam Absen Bela AS di Piala Dunia 2026
-
Harga Minyak Brent dan WTI Bergerak Tipis, Damai ASIran Kembali Gagal
-
Harga Minyak Sulit Turun dan Tembus US$ 104 per Barel, Pemerintah AS Terguncang
-
Perang Tak Kunjung Usai, Trump Sebut Proposal Perdamaian Iran Sebagai 'Sampah'
-
Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis
-
6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi
-
Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres
-
Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!
-
Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu
-
Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar
-
Puan ke Pemerintah: Rakyat Kecil Jangan Sampai Menanggung Dampak Krisis Global
-
Jerit Ibu di Meksiko: Anak Kami Dihilangkan, Kalian Berpesta Piala Dunia 2026
-
Buka Masa Sidang, Puan Langsung Beri Penghormatan untuk Korban Kecelakaan Transportasi