-
Film garapan John Dahl ini diangkat dari kisah nyata penyelamatan 500 tawanan perang di Filipina tahun 1945 dengan detail taktik militer yang sangat akurat.
- Menggambarkan kerja sama heroik antara Batalyon Ranger ke-6 AS dan gerilyawan Filipina dalam menembus garis pertahanan Jepang yang jauh lebih kuat.
- Sinematografi Ikonik: The Great Raid menonjolkan strategi infiltrasi malam hari yang cerdas, termasuk penggunaan pesawat P-61 sebagai pengalih perhatian yang legendaris
Suara.com - Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi operasi darat terbatas dalam konfliknya dengan Iran.
Langkah strategis ini mencakup kemungkinan serangan cepat ke fasilitas vital, seperti pusat ekspor minyak di Pulau Kharg dan wilayah pesisir dekat Selat Hormuz.
Bagi pengamat militer dan pecinta sejarah, istilah "perang darat" selalu membangkitkan ingatan pada momen-momen krusial dalam sejarah militer Negeri Paman Sam.
Salah satu referensi visual paling akurat yang menggambarkan strategi perang darat di belakang garis musuh adalah film The Great Raid, yang saat ini masih bisa kamu saksikan di platform Netflix.
Film ini adalah sebuah catatan sejarah tentang kenekatan Amerika Serikat dalam upaya menyelamatkan tawanan perang di Filipina selama Perang Dunia II.
Sinopsis The Great Raid: Misi Penyelamatan Cabanatuan
Disutradarai oleh John Dahl, The Great Raid menceritakan kisah nyata Batalyon Ranger ke-6 AS di bawah pimpinan Letnan Kolonel Mucci (diperankan oleh Benjamin Bratt) dan Kapten Robert Prince (James Franco).
Berlatar belakang Januari 1945, misi mereka sangat spesifik, yaitu menyusup sejauh 30 mil ke wilayah yang dikuasai musuh untuk menyelamatkan lebih dari 500 tawanan perang Amerika yang ditahan di kamp Cabanatuan. Para tawanan ini berada dalam ancaman eksekusi massal oleh tentara Jepang yang sedang terdesak mundur.
Film ini menggambarkan dengan sangat detail bagaimana koordinasi dilakukan antara pasukan elit Ranger dengan pejuang gerilya Filipina yang dipimpin oleh Kapten Juan Pajota (Cesar Montano).
Baca Juga: Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia
Strategi yang digunakan adalah pergerakan darat yang senyap, memanfaatkan kegelapan malam, dan keberanian murni untuk menghadapi kekuatan musuh yang jauh lebih besar.
Fakta Menarik
Bagi audiens yang menghargai akurasi sejarah, The Great Raid adalah tontonan wajib. Berikut beberapa fakta menarik di balik produksinya:
1. Adaptasi Dua Buku Legendaris
Naskah film ini digarap berdasarkan dua referensi kuat, yaitu The Great Raid on Cabanatuan karya William Breuer dan Ghost Soldiers karya Hampton Sides. Hal ini memastikan alur taktik militer yang ditampilkan mendekati kejadian aslinya.
2. Deretan Aktor Papan Atas
Berita Terkait
-
Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi
-
Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas
-
Iran Bombardir Israel dan Amerika Serikat Kalau Ganggu Pemakaman Ali Khamenei
-
Iran Ancam Jet Tempur Amerika Serikat Lewat di Udara Selat Hormuz
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu