- Ketua KNPB Agus Kosay menentang pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai.
- Agus menyatakan orang Papua berhak menentukan nasib sendiri berdasarkan hukum nasional dan kovenan internasional.
- Ia menilai persoalan Papua menyangkut status politik, bukan sekadar pembangunan atau tuntutan kesejahteraan masyarakat.
Suara.com - Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay menentang pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang menyebut masyarakat Papua dapat memperjuangkan kesejahteraan dan pemenuhan hak, tetapi tidak menuntut kemerdekaan atau memisahkan diri dari Indonesia.
Agus menilai pernyataan tersebut bertentangan dengan prinsip hak menentukan nasib sendiri yang menurutnya dijamin dalam berbagai instrumen hukum, termasuk Pembukaan UUD 1945 dan kovenan internasional tentang hak asasi manusia.
"Mukaddimah Undang-Undang Republik Indonesia menyatakan demikian, kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, maka orang Papua punya hak untuk menentukan nasib sendiri sesuai dengan Undang-Undang Kovenan Internasional juga Undang-Undang Republik Indonesia yang berlaku tentang hak peninduan nasib sendiri," kata Agus dalam pernyataannya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Agus, Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) semestinya menjalankan ketentuan hukum dan mekanisme internasional terkait hak asasi manusia.
"Juga harusnya melaksanakan kovenan dan hukum internasional yang berlaku di dalam mekanisme internasional," ujarnya.
Agus secara khusus menyoroti pernyataan Pigai yang meminta masyarakat Papua tidak menuntut hak menentukan nasib sendiri, melainkan berfokus pada kesejahteraan.
Menurut dia, persoalan Papua tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan atau kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menyangkut apa yang disebutnya sebagai status politik Papua.
"Jadi, sekelas seorang Natalius Pigai mengatakan bahwa orang Papua tidak perlu menuntut hak peninduan nasib sendiri, tetapi harus tuntut kesejahteraan. Itu saya pikir, mungkin itu juga dia dipakai sebagai alat politik kolonial Indonesia sehingga dia bisa bicara itu," katanya.
Agus menilai pernyataan tersebut juga berpotensi merendahkan kredibilitas Pigai sebagai Menteri HAM, khususnya dalam mencari penyelesaian atas persoalan Papua.
Baca Juga: Temukan 36 Selongsong Peluru, Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru
"Tapi, saya pikir itu dia merendahkan kribilitas dia sebagai seorang kementerian hukum dan HAM menunjukkan ketidakmampuan terhadap penyelesaian status politik bangsa Papua di Papua," tutur Agus.
Ia menegaskan, perjuangan yang dilakukan kelompoknya selama puluhan tahun tidak dapat direduksi hanya sebagai tuntutan peningkatan kesejahteraan.
"Perjuangan bangsa Papua selama 64 tahun di Papua itu adalah perjuangan tentang hak penentuan nasib sendiri," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa
-
KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri
-
Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?
-
Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon dan Cicilan 24 Bulan di Saturdays, Begini Cara Klaimnya
-
5 Keunggulan Smartwatch yang Tahan Air untuk Aktivitas Harian
-
Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
-
SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius
-
Singapura Keluarkan Peringatan Warganya Jadi Korban Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera
-
4 Pilihan HP Redmi Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera 108 MP hingga Baterai 7.000 mAh
-
Tolak Narasi Pigai, KNPB: Papua Punya Hak Merdeka Sesuai Prinsip Menentukan Nasib Sendiri!