Entertainment / Gosip
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:50 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikira penipu saat akan beri bantuan warga. (YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi sasaran amukan seorang warga usai diduga hendak melakukan penipuan saat baru-baru ini menghubungi keluarga korban kecelakaan di Subang, Jawa Barat.

Peristiwa itu terjadi ketika Dedi Muyladi berinisiatif memberikan bantuan kepada suami korban tabrak truk yang meninggal dunia.

Mulanya Dedi Mulyadi terlihat mendatangi warung milik korban, tetapi sang suami tidak berada di tempat sehingga ia mencoba menghubunginya melalui telepon.

Dalam percakapan tersebut, lelaki yang disapa KDM itu sempat berpura-pura sebagai orang lain, yang kemudian memicu kecurigaan dari lawan bicaranya.

"Saya dengan Pak Dedi yang punya agen, bapak belum bayar ya ke saya,” ucap Dedi dari video yang diunggah kanal YouTube-nya pada 28 Maret 2026.

Pengakuan Dedi tersebut langsung ditanggapi dengan nada penuh kecurigaan oleh suami korban.

"Kalau benar Anda Dedi, siapa nama istri Anda?" tanya lelaki tersebut memastikan identitas lawan bicaranya.

Situasi pun semakin memanas ketika jawaban yang diberikan Dedi justru tidak sesuai dengan ekspektasi sang suami korban.

Baca Juga: Lagi, Acara Salawat Diisi Dangdutan dengan Penyanyi Waria, Begini Faktanya

"Saya enggak punya istri pak, duda," jawab Dedi.

Merasa ada yang tak beres, lelaki tersebut langsung mengultimatum Dedi dengan kata-kata kasar.

"Enggak mungkin, agen saya Haji Dedi punya istri punya anak, Anda jangan bohong, Anda mau nipu saya, anji*g lo," ucapnya dengan emosi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (YouTube/Deddy Corbuzier)

Dedi akhirnya meminta agar dilakukan panggilan video agar identitasnya dapat dipastikan secara langsung.

"Iya saya Haji Dedi, lihat saja wajahnya sama bapak ke sini sok video call," imbuhnya, yang akhirnya membuka fakta sebenarnya.

Setelah melihat langsung, lelaki tersebut baru menyadari bahwa sosok Dedi yang dimaksud ternyata adalah orang nomor satu di Jawa Barat.

Load More