- Seorang dukun bernama Risal viral karena mengobati pasien menggunakan gerakan menyerupai salat, namun diiringi mantra dengan kata-kata vulgar dan tak pantas.
- MUI Kabupaten Sinjai mengutuk keras aksi tersebut karena dinilai mencederai nilai agama, menyesatkan akidah, dan melecehkan simbol ibadah sakral.
- Setelah gelombang protes masif dari netizen dan tokoh agama, Risal akhirnya muncul ke publik untuk menyatakan penyesalan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Suara.com - Seorang pria yang dikenal sebagai praktisi pengobatan alternatif atau dukun di Sinjai, Sulawesi Selatan, mendadak viral lantaran metode ritualnya yang dinilai melecehkan agama.
Pria bernama Risal tersebut tertangkap kamera melakukan gerakan yang sangat identik dengan ibadah salat, namun dengan selipan mantra yang sangat tidak pantas.
Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi warganet yang menyayangkan adanya praktik spiritual yang mencampuradukkan nilai-nilai sakral dengan kata-kata vulgar.
Dalam potongan video yang beredar luas sejak Senin, 30 Maret 2026, Risal terlihat sedang menangani seorang pasien. Hal yang membuat publik berang adalah ketika ia memperagakan gerakan menyerupai ruku dan sujud, layaknya umat Muslim sedang melaksanakan salat.
Namun, alih-alih melafalkan ayat suci atau doa yang penuh khidmat, Risal justru terdengar membacakan mantra dengan kata-kata cabul atau tak pantas.
Perpaduan antara simbol ibadah yang mulia dengan narasi vulgar ini dianggap sebagai bentuk penodaan sekaligus praktik yang membodohi masyarakat.
Diketahui, Risal telah membuka praktik pengobatan alternatif spiritual ini selama beberapa hari terakhir dan telah menerima sejumlah pasien sebelum akhirnya aksinya direkam dan diunggah ke media sosial hingga viral.
Menanggapi fenomena yang meresahkan ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sinjai tidak tinggal diam. Ketua 1 MUI Sinjai, Ustaz Fadhlullah Marzuki, secara terang-terangan melontarkan kecaman terhadap tindakan Risal.
Menurutnya, praktik tersebut bukan hanya sekadar "pengobatan", melainkan tindakan yang berpotensi menyesatkan akidah masyarakat.
Baca Juga: Duh, Cupi Cupita Dituduh Tikung Tunangan Orang
"Mencampurkan kalimat mulia dengan kata-kata yang tidak pantas itu jelas mencederai nilai-nilai prinsip agama. Dalam hal ini, agama memiliki aturan yang jelas terkait adab dan tata cara berdoa," tegas Ustaz Fadhlullah dalam sebuah pernyataan video.
Ia juga menekankan bahwa spiritualitas tidak seharusnya dijadikan kedok untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma kesopanan dan syariat.
Penggunaan simbol agama untuk praktik yang tidak jelas sumbernya merupakan hal yang harus diwaspadai oleh warga agar tidak terjebak dalam kesesatan.
Permohonan Maaf
Setelah gelombang protes dan kecaman memenuhi kolom komentar di berbagai platform media sosial, Risal akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi.
Melalui sebuah video singkat, ia menunjukkan wajah penuh penyesalan dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam yang merasa tersinggung.
"Saya memohon maaf atas video saya yang viral. Saya pribadi tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut," ujar Risal.
Berita Terkait
-
Dukun yang Kutuk Harry Kane Kini Ramal Argentina Bakal Ditekuk Tanjung Verde
-
3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Review Viral Hit: Perjalanan Heroik Remaja Melawan Bullying secara Live
-
Viral Dulu Baru Ditolong? Negara Tak Boleh Bekerja Berdasarkan Algoritma
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan