Entertainment / Gosip
Selasa, 31 Maret 2026 | 17:25 WIB
Dukun di Sinjay obati pasien pakai gerakan mirip salat.
Baca 10 detik
  • Seorang dukun bernama Risal viral karena mengobati pasien menggunakan gerakan menyerupai salat, namun diiringi mantra dengan kata-kata vulgar dan tak pantas.
  • MUI Kabupaten Sinjai mengutuk keras aksi tersebut karena dinilai mencederai nilai agama, menyesatkan akidah, dan melecehkan simbol ibadah sakral.
  •  Setelah gelombang protes masif dari netizen dan tokoh agama, Risal akhirnya muncul ke publik untuk menyatakan penyesalan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Suara.com - Seorang pria yang dikenal sebagai praktisi pengobatan alternatif atau dukun di Sinjai, Sulawesi Selatan, mendadak viral lantaran metode ritualnya yang dinilai melecehkan agama.

Pria bernama Risal tersebut tertangkap kamera melakukan gerakan yang sangat identik dengan ibadah salat, namun dengan selipan mantra yang sangat tidak pantas.

Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi warganet yang menyayangkan adanya praktik spiritual yang mencampuradukkan nilai-nilai sakral dengan kata-kata vulgar.

Dalam potongan video yang beredar luas sejak Senin, 30 Maret 2026, Risal terlihat sedang menangani seorang pasien. Hal yang membuat publik berang adalah ketika ia memperagakan gerakan menyerupai ruku dan sujud, layaknya umat Muslim sedang melaksanakan salat.

Namun, alih-alih melafalkan ayat suci atau doa yang penuh khidmat, Risal justru terdengar membacakan mantra dengan kata-kata cabul atau tak pantas.

Perpaduan antara simbol ibadah yang mulia dengan narasi vulgar ini dianggap sebagai bentuk penodaan sekaligus praktik yang membodohi masyarakat.

Diketahui, Risal telah membuka praktik pengobatan alternatif spiritual ini selama beberapa hari terakhir dan telah menerima sejumlah pasien sebelum akhirnya aksinya direkam dan diunggah ke media sosial hingga viral.

Menanggapi fenomena yang meresahkan ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sinjai tidak tinggal diam. Ketua 1 MUI Sinjai, Ustaz Fadhlullah Marzuki, secara terang-terangan melontarkan kecaman terhadap tindakan Risal.

Menurutnya, praktik tersebut bukan hanya sekadar "pengobatan", melainkan tindakan yang berpotensi menyesatkan akidah masyarakat.

Baca Juga: Duh, Cupi Cupita Dituduh Tikung Tunangan Orang

"Mencampurkan kalimat mulia dengan kata-kata yang tidak pantas itu jelas mencederai nilai-nilai prinsip agama. Dalam hal ini, agama memiliki aturan yang jelas terkait adab dan tata cara berdoa," tegas Ustaz Fadhlullah dalam sebuah pernyataan video.

Ia juga menekankan bahwa spiritualitas tidak seharusnya dijadikan kedok untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma kesopanan dan syariat.

Penggunaan simbol agama untuk praktik yang tidak jelas sumbernya merupakan hal yang harus diwaspadai oleh warga agar tidak terjebak dalam kesesatan.

Permohonan Maaf

Setelah gelombang protes dan kecaman memenuhi kolom komentar di berbagai platform media sosial, Risal akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi.

Melalui sebuah video singkat, ia menunjukkan wajah penuh penyesalan dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam yang merasa tersinggung.

Load More