Entertainment / Film
Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB
Tak hanya menyajikan teror sesaat, film Tumbal Proyek menyuguhkan cerita yang solid. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Film horor Tumbal Proyek garapan sutradara Jero Point dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 13 Mei 2026.
  • Kiesha Alvaro dan Callista Arum memerankan kakak-beradik yang mengungkap misteri kematian ayahnya di lokasi proyek konstruksi yang mencekam.
  • Produksi film ini melibatkan totalitas akting serta detail desain produksi untuk menonjolkan pesan moral tentang bahaya keserakahan manusia.

Kompleksitas cerita juga didukung oleh karakter misterius Yanto yang diperankan Adi Sudirja. 

"Yanto ini mengetahui semuanya yang tidak mereka ketahui. Tapi aku menyembunyikan semua itu," ucap Adi, memberikan sedikit bocoran tentang perannya sebagai penjaga rusun yang memegang kunci dari banyak rahasia.

Totalitas di Balik Layar dan Atmosfer Lokasi Syuting

Proses produksi Tumbal Proyek yang berlangsung selama 23 hari syuting menuntut totalitas dari para pemain dan kru.

Syuting yang mayoritas berlokasi di sebuah rumah susun (rusun) kosong dan tak berpenghuni berhasil menciptakan atmosfer mencekam secara alami.

Bagi Callista Arum, tantangan terbesar adalah adaptasi fisik dan mental. 

"Tantangan paling terbesarnya menurut aku kalau syuting film horor adalah jam tidur yang terbalik. Itu lumayan banget. Dan fisik juga ya, karena pasti film horor tuh banyak teknisnya," imbuh pemeran Laras tersebut.

Sementara itu, Kiesha Alvaro menghadapi tantangan teknis yang lebih spesifik.

Demi mendalami perannya sebagai pekerja proyek, dia harus mengikuti pelatihan khusus untuk mengoperasikan berbagai alat berat. 

Baca Juga: Ghost in the Cell: Film Joko Anwar Tembus 86 Negara sebelum Rilis di Indonesia

"Karakter Yuda itu kan dia pekerja proyek yang langsung terjun ke lapangan. Jadi pastinya banyak penggunaan alat-alat berat. Contohnya aku belajar crane, belajar bawa ekskavator, dan lain-lain," tuturnya.

Meski tema filmnya serius dan mencekam, para pemain mengaku suasana di lokasi syuting justru sangat menyenangkan dan penuh keakraban, yang membantu mereka untuk tetap bersemangat.

Kualitas Produksi yang Tak Main-Main

Salah satu aspek yang paling dibanggakan para pemain adalah kualitas produksi film ini, mulai dari sinematografi hingga desain produksi (art direction). 

Adi Sudirja, yang mengaku ini adalah film horor pertamanya, menaruh kepercayaan besar pada visi sutradara dan tim produksi.

"Aku pribadi tertarik karena ini film horor pertamaku, dan Jero Point dengan pemikirannya yang out of the box. Cerita-cerita horornya bagus-bagus," ujar Adi.

Load More