- Penyanyi Ibnu Wildan Arsalan merilis album perdana bertajuk Perayaan Patah Hati sebagai bentuk pengembangan diri menjadi musisi orisinal.
- Ibnu berkolaborasi dengan produser Rahmat Hidayat menghasilkan sepuluh lagu beraliran pop rock dengan pengaruh nuansa musik Jepang.
- Album ini akan diawali peluncuran dua single perdana untuk memperkenalkan identitas musik Ibnu kepada seluruh pendengar musik Indonesia.
Suara.com - Penyanyi Ibnu Wildan Arsalan tengah bersiap menapaki babak baru dalam perjalanan karier bermusiknya. Setelah lama dikenal sebagai penyanyi kafe ke kafe, kini ia mantap melangkah dengan merilis album perdana bertajuk Perayaan Patah Hati.
Album ini menjadi penanda keseriusannya sebagai musisi yang tidak hanya membawakan lagu orang lain, tetapi juga menghadirkan karya orisinal.
Ibnu Wildan mengungkapkan bahwa album ini bukan sekadar proyek musik biasa, melainkan bukti nyata bahwa dirinya ingin berkembang sebagai seorang seniman.
Selama ini, ia mengaku cukup nyaman membawakan lagu-lagu milik musisi lain di berbagai panggung kafe. Namun, dorongan dari orang terdekat membuatnya berpikir ulang tentang arah kariernya.
“Kalau kata bapak saya, seniman itu berarti harus punya karya,” ujar Ibnu Wildan saat ditemui di kawasan Jakarta belum lama ini.
Ucapan tersebut menjadi titik balik bagi Ibnu untuk keluar dari zona nyaman. Ia menyadari bahwa banyak musisi kafe yang terjebak dalam rutinitas tanpa mencoba menciptakan karya sendiri.
Menurutnya, hal itu bisa membuat esensi sebagai seorang seniman perlahan memudar.
“Banyak teman musisi kafe yang sudah di zona nyaman, tapi menurut saya, kalau kita berpikiran kayak gitu, kita menghilangkan sisi kita sebagai seniman,” lanjutnya.
Dalam proses kreatif album Perayaan Patah Hati, Ibnu Wildan tidak berjalan sendiri. Ia menggandeng Rahmat Hidayat sebagai produser sekaligus penulis lagu. Kolaborasi ini menghasilkan total 10 lagu yang akan dimuat dalam album tersebut, dengan ragam nuansa musik yang cukup berwarna.
Baca Juga: Bakal Digelar Mei 2026, Simark Detail Konser Reuni F4 "FFOREVER 1st World Tour" di Jakarta
Ibnu juga membocorkan bahwa inspirasi musikalnya datang dari band asal Jepang, L’Arc-en-Ciel. Ia mengagumi bagaimana band tersebut mampu menghadirkan variasi genre dalam satu album tanpa kehilangan identitas.
“Saya terinspirasi L’Arc-en-Ciel. Kalau mereka bikin album itu nggak melulu rock. Nanti di album Perayaan Patah Hati ada unsur EDM-nya, ada punk rock-nya juga, tapi benang merahnya tetap pop rock,” jelas Ibnu.
Dengan pendekatan tersebut, Ibnu berharap albumnya tidak terasa monoton dan bisa menjangkau pendengar yang lebih luas. Ia ingin setiap lagu memiliki karakter tersendiri, namun tetap terikat dalam satu tema besar.
Sementara itu, Rahmat Hidayat menjelaskan alasan di balik pemilihan judul Perayaan Patah Hati yang sebelumnya identik dengan band For Revenge.
Menurutnya, frasa tersebut memiliki makna yang kuat dan relevan dengan isi lagu-lagu di dalam album.
“Kita mengambil tagline-nya. Maknanya adalah merayakan patah hati itu sendiri. Kita juga melihat judul ini dipakai di beberapa film,” tutur Rahmat.
Berita Terkait
-
Adegan Merokok di Wahana Bermain Banjir Protes, The Jeblogs Tetap Nekat Rilis Video Klip Sebat Dulu
-
Lagu AI Mengatasnamakan Dirinya Beredar di Medsos, Rhoma Irama Beri Peringatan: Hentikan Ini!
-
11 Tahun Berkarya dan Raih Banyak Penghargaan, MONSTA X Siap Guncang Jakarta
-
10 Aplikasi Download Lagu Terbaik yang Wajib Kamu Coba, Snaptube Tetap Nomor Satu
-
Kasus Perdata Hak Royalti Lanjut, Pengacara Vidi Aldiano: Gugatan Salah Salamat
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Sinopsis Film Jadi Tuh Barang, Kisah Kocak Oki Rengga dari Patah Hati hingga Jadi Pawang Hujan
-
Reaksi Arya Khan Disindir Michelle Ashley Bikin Pinkan Mambo Downgrade Sampai Ngamen di Jalanan
-
Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak
-
Niko Al Hakim Ungkit Penelantaran Kucing di 2024, Pihak yang Rescue Bela Rachel Vennya
-
Pesona Nikita Willy Berhijab Saat Liburan di Jepang Curi Perhatian
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Tidak Direstui Fans! Siapa Elias Ronnenfelt? Pria yang Dirumorkan Dekat dengan Jenna Ortega
-
Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Jejak Kebenaran di Meja Autopsi
-
Sudah Operasi Ganti Kelamin, Lucinta Luna Pastikan Tak Bisa Punya Anak Meski Kembali Jadi Cowok
-
Klarifikasi Virgoun Soal Ambil Anak Saat Inara Terseret Kasus: Hanya Sementara Sampai Badai Reda