Entertainment / Gosip
Rabu, 08 April 2026 | 16:25 WIB
Seorang ibu paruh baya informasikan biaya daftar gugat cerai di pengadilan.
Baca 10 detik
  • Seorang wanita viral karena mengedukasi biaya murah dan program gratis gugat cerai di PA Cibadak dengan nada bicara yang antusias.
  • Video tersebut dihujat netizen karena menggunakan diksi "buruan" dan "kuota masih banyak" yang dianggap tidak etis untuk urusan perceraian.
  • Masyarakat mengecam ajakan tersebut karena seolah-olah mempromosikan perpisahan rumah tangga seperti sebuah promo belanja atau flash sale.

Suara.com - Sebuah konten dari akun TikTok @Maypalabuhanratu.com menjadi viral setelah seorang wanita paruh baya membongkar rincian biaya gugat cerai di sebuah Pengadilan Agama.

Namun, alih-alih mendapatkan apresiasi atas informasi yang dibagikan, video tersebut justru menuai kontroversi karena pemilihan kata yang dianggap kurang tepat oleh netizen.

Video yang diambil di depan kantor Pengadilan Agama Cibadak tersebut awalnya bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai murahnya biaya administrasi hukum.

Namun, narasi yang digunakan sang ibu seolah-olah sedang menawarkan promo belanja, yang membuat banyak warganet mengernyitkan dahi.

Dalam video tersebut, sang ibu menjelaskan bahwa proses hukum untuk menggugat cerai ternyata tidak semahal yang dibayangkan masyarakat luas. Ia menyebutkan angka nominal yang cukup spesifik untuk pengurusan di wilayah tersebut.

"Tau nggak kalau kamu mau gugat cerai itu biayanya murah lho, hanya Rp330 ribu saja. Ini saya lagi berada di Pengadilan Agama Cibadak," ujar wanita dalam video tersebut dengan nada bicara yang cukup antusias.

Tak hanya itu, ia juga membagikan informasi mengenai program bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.

Menurutnya, akses keadilan bagi warga miskin sangat terbuka lebar asalkan memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan oleh desa.

"Apalagi bagi kamu yang warga miskin, itu bisa gratis, hanya dengan membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa, bisa gratis lho," lanjutnya.

Baca Juga: 6 Fakta Sepeda Motor Listrik untuk Pengadaan Program MBG, Jumlahnya 21 Ribu

Pemicu utama video ini menjadi viral dan banjir kritik bukanlah pada rincian biayanya, melainkan pada ajakan yang disampaikan di akhir video. Sang ibu menggunakan istilah yang biasanya identik dengan flash sale atau promo terbatas.

"Buruan ya karena di 2026 ini kuotanya masih banyak, biar kamu dapat surat duda atau kamu dapat surat janda. Biar tidak bohong, ayo segera daftarkan, mumpung ada program gratis. Dan untuk bayar pun murah sekali, Rp330 ribu," ungkapnya.

Bagi sebagian netizen, istilah "buruan" dan "kuota" sangat tidak etis digunakan dalam konteks perceraian, yang mana dalam banyak nilai budaya dan agama dianggap sebagai jalan terakhir atau musibah dalam rumah tangga.

"Terima kasih infonya. Tapi, semoga rumah tangga kita semua pada adem ayem dilimpahkan rezeki, kedamaian, kesehatan, kesejahteraan tak terhingga. Allahumma aamiin," tulis salah satu netizen yang mencoba tetap berpikiran positif.

Namun, komentar-komentar bernada sinis dan kaget jauh lebih mendominasi. "Cerai kok ngajak-ngajak?" tulis seorang pengguna TikTok dengan emoji heran.

Ada juga yang menyoroti pemilihan kata sang ibu dengan komentar, "Apaaaaaa????? Buruuuuaaannn??? Kuota masih banyaaaak????"

Load More