- Ustaz Solmed melaporkan lebih dari 10 akun media sosial ke Polda Metro Jaya terkait fitnah dan pencemaran nama baik.
- Pihak kuasa hukum menjerat para penyebar hoaks dengan Pasal 433 dan 434 KUHP baru serta mengultimatum akun-akun tersebut untuk menghapus kontennya.
- Solmed menegaskan namanya (Sholeh Mahmoed Munawir) tidak terkait dengan inisial "SAM" dan mengecam tindakan akun gosip yang mencari keuntungan lewat cara zalim.
Suara.com - Ustaz Solmed resmi melaporkan belasan akun media sosial ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 17 April 2026, buntut difitnah sebagai pendakwah SAM pelaku pelecehan seksual sejenis.
Tudingan liar ini bermula dari spekulasi netizen alias cocoklogi di media sosial. Berita hoaks tersebut kadung menyebar, membuat nama Solmed terseret hingga memicu tanda tanya di kalangan keluarga, rekan sejawat, bahkan berpotensi mengganggu pekerjaan sang pendakwah.
"Pertanyaan-pertanyaan itu sangat mengganggu karena berarti pemberitaan itu amat sangat serius. Sehingga saya berkonsultasi kepada lawyer dan keluarga, bahwa fitnah ini harus kita setop dengan cara memakai hak kita sebagai warga negara melapor ke pihak kepolisian," kata Ustaz Solmed usai membuat laporan.
Laporan tersebut secara resmi telah diterima dengan nomor registrasi STTLP/B/2687/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kuasa hukum Ustaz Solmed, Afrian Bondjol, menyatakan bahwa kliennya melaporkan lebih dari 10 akun dari berbagai platform seperti Instagram dan TikTok atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong, dan fitnah.
Pihaknya menggunakan Pasal 433 dan 434 KUHP baru untuk menjerat para penyebar hoaks tersebut.
"Jadi bagi yang merasa memiliki akun-akun yang menyebarkan berita bohong dan fitnah terhadap klien kami, segera diturunkan atau dihapus. Atau kita ketemu di sini, kita proses hukum," tegas sang advokat.
Afrian juga memberikan ultimatum keras. Jika akun-akun tersebut tidak mengindahkan peringatan ini, pihaknya tidak ragu untuk meningkatkan eskalasi hukum, termasuk melayangkan gugatan perdata.
Fitnah ini dinilai sudah kelewat batas karena ikut menyerang psikologis keluarga dan citra sang pendakwah.
Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Orang Mana? Pendakwah Kondang yang Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis
Menanggapi fitnah salah alamat ini, Solmed secara langsung membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Dia menekankan bahwa nama aslinya sama sekali tidak memiliki korelasi dengan inisial "SAM". Terlebih lagi, sosok pelaku asli dalam kasus tersebut dikabarkan telah terungkap dalam pemberitaan nasional, yakni Syekh Ahmad Al Misry.
"Nama saya Sholeh Mahmoed Munawir atau dikenal dengan Solmed. Bukan seperti yang diberitakan. Coba cari, kan ente (wartawan) berita nasional pasti ketemu (sosok SAM asli)," katanya.
Di penghujung keterangannya, ayah tiga anak ini menyayangkan fenomena akun anonim dan akun gosip yang menghalalkan segala cara demi engagement.
Dia berpesan agar tidak ada lagi pihak yang mencari keuntungan materi dari hasil menghancurkan nama baik orang lain.
"Mereka merasa dengan cara memfitnah follower dan viewers bertambah. Kepada siapa pun, kita tidak boleh memperlakukan itu hanya demi kepentingan ekonomi sesaat. Itu zalim," pungkas Solmed.
Tag
Berita Terkait
-
Perpisahan Tak Menunggu Kita Siap: Pelajaran dari Novel You've Reached Sam
-
Dugaan Perundungan PPDS Anestesi Unsrat Diaudit, Kemenkes Target Rampung 2 Pekan
-
Menguliti Kebobrokan Sistem Peradilan dalam Series I Will Find You
-
Jurnalis Belanda Bongkar Sisi Lain Timnas Indonesia Kerap Ditunggangi Politik
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Bybit Resmi Masuk Indonesia usai Akuisisi Mayoritas NOBI
-
Mengintip Honda GL150: Inikah Penerus GL Pro Neotech yang Legendaris? Harga Kelas Premium
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
-
Ditanya Statusnya Saat Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Petral, Sudirman Said: Sebagai Saksi
-
5 Parfum Aroma Bunga yang Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari
-
Wamensos Bahas Sekolah Rakyat, PPSE dan Perlindungan Korban Bencana Non-Alam Bersama Tiga Pemda
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan
-
Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?
-
6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli