Suara.com - Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik mengkritik sikap Gubernur Bali I Wayan Koster terkait komunikasi yang dinilai kurang empati di ruang publik.
Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram-nya yang memuat kronologi pertemuan singkat dalam agenda resmi kenegaraan.
Ni Luh menjelaskan peristiwa terjadi saat dirinya menuju acara Darma Santi Nasional bersama Deputi Menteri Pariwisata Ni Made Ayu Marthini.
"Saat berpapasan kami berusaha menyapa dan bersalaman namun ditanggapi dingin sambil melengos," tulisnya.
Ni Luh menambahkan bahwa dirinya sampai harus mengejar sambil menggenggam tangan gubernur demi membuka komunikasi langsung saat itu.
Dalam video yang diunggah, terdengar percakapan singkat seperti, "Eh, Pak Gubernur" hingga respons berulang "nanti ya" dari pihak gubernur.
"Video ini menunjukkan cara berkomunikasi kepala daerah yang sebaiknya belajar menerima perbedaan pendapat," ujarnya menyindir.
Ni Luh juga menegaskan pentingnya sikap terbuka, menyentil sang Gubernur agar belajar menerima masukan dengan hati lapang sangat dibutuhkan seorang pemimpin.
Baca Juga: Jumlah Turis Empat Kali Lipat dari Penduduk, Gubernur Koster Sebut Orang Bali Makin Terpinggirkan
"Cara berkomunikasi Gubernur Bali silakan dinilai sendiri oleh masyarakat luas," ucapnya tanpa ampun.
Dia menambahkan pernyataan, "Adab di atas ilmu, attitude yang tak mencerminkan karakter pelayan rakyat harus diperbaiki."
Ni Luh turut mengingatkan bahwa jabatan tidak bersifat permanen sebelum menutup kritiknya.
"Bali milik kita semua bukan satu golongan, dengarkan masukan dan kritikan dengan bijak," tulisnya.
"Saya jamin Anda bisa menjadi pelayan rakyat yang punya empati sepenuh hati," tutur Ni Luh.
Unggahan tersebut memicu respons warganet yang mempertanyakan sikap Gubernur saat melewati orang yang sedang berbincang.
Berita Terkait
-
Jumlah Turis Empat Kali Lipat dari Penduduk, Gubernur Koster Sebut Orang Bali Makin Terpinggirkan
-
Viral Bule Lecehkan dan Langgar Aturan Nyepi, Terancam Dilaporkan hingga Dideportasi
-
Jaring Talenta Pesepak Bola U-17, Trofi Soekarno Cup Berlapis Emas, Ini Maknanya
-
Beda Sikap 2 Anggota DPD Bali Soal Konten Aisar Khaled, Ada yang Beri Penghargaan
-
Viral Percakapan Polisi dan Demonstran: Kita Sama-Sama Rakyat, Jangan Mau Dibenturkan
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ramai Gosip Istri Ahmad Sahroni Selingkuh dengan Musisi Terkenal, Pengalihan Isu BBM?
-
Muncul Kabinet YouTuber, Ferry Irwandi dan Bobon Santoso Rebutan Posisi Kepala BGN
-
Millen Cyrus Diduga Ubah Gender di KTP, Warganet Langsung Kasih 4 Larangan Keras
-
Viral Murid Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Usul Pelaku Dihukum
-
Uya Kuya Klarifikasi Disebut Punya 750 Dapur MBG
-
Inara Rusli dan Insanul Fahmi Menikah Siri Tanpa Saksi, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
Jauh dari Riau ke Copenhagen: Kisah Rully Irawan Menemukan Makna 'Rumah' Lewat Musik
-
Bocil Ini Viral Bikin Klinik Kecantikan Khusus Gen Alpha, Sekali Perawatan cukup Bayar Rp2000
-
Raffi Ahmad Berduka atas Meninggalnya Nayato Fio Nuala: Berjasa dalam Perjalanan Hidup