- Sebuah video dialog humanis antara polisi dan demonstran menjadi viral di media sosial.
- Polisi mengajak damai, "Jangan mau kita dibenturkan, saya juga rakyat, bang."
- Percakapan yang saling memahami tersebut diakhiri dengan jabat tangan antara keduanya.
Suara.com - Satu momen yang menggetarkan rasa kemanusiaan di tengah panasnya gelombang aksi unjuk rasa menjadi viral dan menuai sorotan positif di media sosial.
Momen tersebut terlihat dalam video yang merekam percakapan penuh empati antara seorang anggota polisi yang bertugas dengan salah satu demonstran.
Video pendek tersebut menjadi salah satu konten yang dibagikan ulang secara luas, termasuk oleh Senator asal Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, di akun Instagram resminya.
Meskipun tidak ada keterangan pasti mengenai waktu dan lokasi kejadian, video tersebut menampilkan seorang pendemo dan seorang polisi yang saling berhadapan, dipisahkan oleh tameng antihuru-hara.
Dialog dimulai ketika seorang pendemo dari balik kamera menekankan bahwa aksi mereka bertujuan untuk menuntut keadilan.
Secara tak terduga, anggota polisi yang berhadapan langsung dengannya memberikan respons yang menenangkan.
"Terserah abang mau nuntut apa, itu urusan abang sama pimpinan. Kami juga cuma bawahan, bang. Tolong lah jangan anarkis, bang," ujar seorang polisi tersebut.
Perwakilan massa aksi kemudian membalas dengan mengingatkan posisi aparat sebagai pelayan masyarakat yang digaji dari pajak rakyat.
"Saya ini demo menyuarakan suara rakyat. Kamu digaji atas pajak masyarakat, apa yang kamu perbuat?" tuding pendemo itu.
Baca Juga: Ketika Rumah Ahmad Sahroni Dijarah: Arogansi, Pengabaian, dan Amarah yang Terpendam
Alih-alih terpancing, anggota polisi tersebut justru membenarkan pernyataan itu sambil mengingatkan bahwa dirinya juga bagian dari rakyat yang membayar pajak.
Ia mengajak agar kedua belah pihak tidak mudah diadu domba dalam situasi yang tegang.
"Kita juga bayar pajak, saya juga rakyat, bang. Jangan mau kita dibenturkan dalam keadaan kayak gini, bang," ucap polisi tersebut seraya merendahkan nada suaranya.
Menyadari adanya pemahaman bersama, polisi itu kemudian secara implisit mengajak damai.
Momen yang intens tersebut akhirnya ditutup dengan sebuah gestur damai, yakni sang pendemo dan anggota polisi itu akhirnya bersalaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam