- Gubernur Bali menyatakan kunjungan wisatawan tahun 2025 mencapai 16,3 juta orang, melampaui jumlah penduduk lokal sebanyak 4,4 juta jiwa.
- Sektor pariwisata Bali memberikan kontribusi devisa nasional sebesar Rp176 triliun atau 55 persen dari total pendapatan wisata Indonesia.
- Lonjakan wisatawan memicu dampak negatif berupa kerusakan lingkungan, kemacetan, serta memicu keterpinggiran masyarakat lokal dalam berusaha di Bali.
Suara.com - Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan penduduk Bali kini semakin terpinggirkan dan kian susah berusaha di tengah ledakan kunjungan turis atau wisatawan di Pulau Dewata.
Berbicara di hadapan Komisi V DPR, di Jakarta, Rabu (8/4/2026), Koster mengatakan jumlah turis di Bali kini hampir empat kali lipat dari jumlah penduduk. Meski di satu sisi mendatangkan berkah, tapi di sisi lain dampak negatif juga sudah terasa kuat.
“Permasalahan dan tantangan yang kami hadapi adalah pariwisata ini selain memberi manfaat positif bagi perekonomian Bali, juga berdampak negatif terhadap alam, manusia, dan kebudayaan Bali,” terang Koster dalam rapat kerja tersebut.
Ia menjabarkan total wisatawan yang datang ke Bali sepanjang 2025 mencapai 16,3 juta orang, terdiri dari wisatawan domestik dan mancanegara.
“Jadi total wisatawan mancanegara dan domestik pada tahun 2025 itu mencapai 16,3 juta orang totalnya, dan penduduk Bali hanya 4,4 juta. Jauh lebih banyak wisatawannya daripada penduduk Balinya itu sendiri,” kata Koster.
Ia merinci, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali melalui jalur udara mencapai 7,05 juta orang pada 2025, meningkat dibandingkan periode sebelum pandemi yang berada di kisaran 6,3 juta pada 2019.
Di sisi lain, wisatawan domestik justru mengalami sedikit penurunan pada 2025. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan penerbangan serta tingginya harga tiket pesawat.
“Wisatawan domestiknya sedikit mengalami penurunan 2025, salah satu faktor di antaranya adalah kesulitan penerbangan dan juga harga tiket yang tinggi itu,” ujarnya.
Dengan jumlah kunjungan yang sangat besar, Bali menjadi kontributor utama pariwisata nasional. Koster menyebut, sekitar 45,8 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia berkunjung ke Bali.
Baca Juga: Gubernur Koster Tak Gentar Hadapi Protes, Paksa Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah
Tak hanya itu, dari sisi ekonomi, kontribusi pariwisata Bali terhadap devisa nasional juga sangat signifikan. Berdasarkan perhitungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), devisa dari wisatawan asing di Bali mencapai sekitar Rp176 triliun pada 2025 atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional.
“Sehingga devisa pariwisata Bali itu adalah 55 persen terhadap devisa pariwisata Indonesia,” kata Koster.
Namun, tingginya jumlah wisatawan tersebut juga membawa sejumlah konsekuensi bagi Bali. Koster mengakui, tekanan terhadap lingkungan dan infrastruktur semakin meningkat seiring pertumbuhan pariwisata.
Ia menyebut sejumlah persoalan yang muncul, mulai dari alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, kerusakan ekosistem, hingga ancaman terhadap ketersediaan air bersih.
Selain itu, kemacetan lalu lintas juga semakin parah, terutama di wilayah padat wisata seperti Badung, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan.
Tak hanya aspek lingkungan, Koster juga menyoroti dampak sosial yang muncul, seperti meningkatnya praktik pembelian aset oleh pihak asing, hingga munculnya komunitas asing eksklusif.
“Kesempatan berusaha masyarakat lokal Bali semakin berkurang, praktik pembelian aset atau nominee di Bali makin meningkat,” ucapnya.
Ketua Komisi V DPR RI Lazarus menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa Bali membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, sebagai salah satu pintu utama pariwisata Indonesia, Bali harus didukung dengan infrastruktur yang memadai untuk menampung lonjakan wisatawan.
Berita Terkait
-
Bali United Tak Gentar Main di GBLA, Johnny Jansen Siapkan Strategi Lumat Persib
-
Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi 'Gantung', Wayan Koster: Kami Malu Ditanya Masyarakat Terus!
-
Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru
-
Peringkat Terbaru Bali United Usai Bantai PSBS Biak 6-1
-
Bali Tegaskan Diri sebagai Pusat Kreativitas, adidas Originals Hadirkan Gerai Bernuansa Budaya Lokal
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan
-
BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ
-
Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?