Entertainment / Gosip
Senin, 20 April 2026 | 18:05 WIB
Fuji nyaris gila karena ulah karyawan yang tilap uang dan sebar chat pribadi [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Mantan admin Fuji menghapus ribuan data pekerjaan secara permanen serta menyebarkan chat pribadi Fuji untuk dijadikan bahan ejekan.
  • Selain menggelapkan uang, pelaku diam-diam menyewakan kamera milik Fuji tanpa izin dan memata-matai keberadaannya bersama pihak lain.
  • Fuji mengaku nyaris kehilangan akal sehat akibat stres menghadapi rentetan pengkhianatan tersebut dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

Suara.com - Selain penggelapan uang miliaran, ada banyak perbuatan mantan karyawannya yang bikin selebgram Fujianti Utami alias Fuji kewalahan.

Pertama, mantan karyawan yang dulu bekerja sebagai admin menghapus seluruh data di ponsel untuk menghilangkan jejak kejahatannya. Padahal banyak chat di WhatsApp yang terkait kerja sama dengan klien.

"Ratusan bahkan mungkin ribuan chat hilang, WhatsAppnya hilang," ujar Fuji di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin, 20 April 2026.

Akibatnya, Fuji kehilangan kontak para klien dan dokumen penting terkait pekerjaan.

"Aku juga bingung karena bener-bener dihapus semua data-datanya. mulai dari galeri, WhatsApp, semua dihapus sama dia, rapi, bersih," ujarnya.

Hal tersebut amat berdampak, baik dari segi materi maupun non-materi.

"Rugi, rugi banyak, nama baik aku juga rugi," tegas anak bungsu dari tiga bersaudara ini saat menjelaskan dampaknya kepada brand.

Penderitaan Fuji tidak berhenti di situ. Pelaku juga juga melanggar privasi dengan menyebarkan percakapannya.

Baca Juga: Uang Miliaran Fuji Dipakai Karyawan Diam-Diam, Buat Belikan Pacar Mobil

"Dia screenshot lah chat-chat pribadi saya, disebarluaskan untuk jadi bahan ketawa-ketawaan, ngata-ngatain saya di belakang," katanya.

Lebih parah lagi, pelaku diduga bekerja sama dengan mantan karyawan lain Fuji. Mereka kata Fuji, bisa tahu ke mana dirinya pergi.

"Jadi kalau saya lagi ke mana-mana tuh dikasih tahu. Jadi dia bisa tahu keberadaan saya, saya ngapain sama siapa, dia tuh bisa dengan bebasnya tuh tahu gitu loh," jelasnya.

Fuji juga menemukan fakta bahwa aset pribadinya seperti kamera sering disewakan pelaku kepada orang lain. Tindakan itu dilakukan tanpa izin saat ia berada di luar negeri.

Dederet perbuatan pelaku membuat psikis Fuji terganggu. Ia sempat mau berkonsultasi dengan psikiater.

"Kena mental banget, saya mau menghubungi psikiater saya. Tapi nggak jadi karena teman-teman saya lagi solid-solidnya," kata Fuji.

Tag

Load More