Entertainment / Gosip
Selasa, 21 April 2026 | 16:09 WIB
Ada Ritual 'Tepung Tawar' Suku Dayak di Tengah Aksi Massa Kaltim, Apa Maknanya? [Instagram]
Baca 10 detik
  • Ribuan massa melakukan aksi protes di kantor pemerintah Kalimantan Timur terkait kebijakan pengadaan barang mewah pada April 2026.
  • Masyarakat adat Dayak menggelar ritual Tampung Tawar untuk memohon perlindungan keselamatan bagi para peserta aksi di lokasi demonstrasi.
  • Prosesi sakral tersebut bertujuan menyucikan diri serta membawa pesan perdamaian agar aksi berjalan lancar tanpa konflik maupun kerusuhan.

Suara.com - Ribuan massa memadati beberapa titik kantor pemerintah provinsi Kalimantan Timur. Mereka hendak memprotes kebijakan yang dianggap janggal.

Mulai dari pengadaan barang mewah hingga renovasi dengan biaya fantastis di tengah ekonomi masyarakat yang sulit.

Namun di tengah suasana aksi, ada yang mencuri perhatian. Hal tersebut adalah ritual dari adat Dayak.

Mereka melaksanakan sebuah tradisi sakral yang dikenal dengan nama ritual Tampung Tawar atau sering disebut Tepung Tawar.

"Masyarakat adat Dayak melaksanakan ritual tepung tawar, sebagai wujud pengharapan kepada leluhur agar seluruh peserta mendapat perlindungan darn keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa," demikian keterangan yang hadir di akun Instagram Kaltimpost pada Selasa, 21 April 2026.

Berdasarkan pantauan foto, beberapa orang mengenakan atribut khas seperti topi lebar berhias dan ikat kepala kuning.

Mereka tampil dengan busana serba hitam yang memberikan kesan khidmat sekaligus tegas di tengah kerumunan demonstran.

Sebagai informasi, ritual ini merupakan tradisi turun-temurun yang sangat penting bagi suku Dayak, terutama bagi sub suku Dayak Ngaju.

Tujuannya memberikan perlindungan spiritual bagi para peserta aksi yang sedang menyuarakan aspirasi mereka.

Baca Juga: Viral Guru Honorer Seberangkan Siswa Pakai Rakit di Sungai, Akun Gerindra Gercep Cari Alamatnya

Para tokoh adat tampak serius memercikkan bahan ritual sebagai simbol pembersihan diri bagi siapa saja yang hadir di sana.

Selain sebagai wujud syukur, prosesi ini juga membawa pesan perdamaian agar aksi berjalan tanpa adanya kerusuhan atau konflik.

"Ritual ini melambangkan penyucian, perdamaian, serta pengharapan keselamatan, sering dilakukan saat pernikahan, mendirikan rumah, atau pengangkatan tokoh adat," lanjut narasumber.

Load More