- Ribuan massa melakukan aksi protes di kantor pemerintah Kalimantan Timur terkait kebijakan pengadaan barang mewah pada April 2026.
- Masyarakat adat Dayak menggelar ritual Tampung Tawar untuk memohon perlindungan keselamatan bagi para peserta aksi di lokasi demonstrasi.
- Prosesi sakral tersebut bertujuan menyucikan diri serta membawa pesan perdamaian agar aksi berjalan lancar tanpa konflik maupun kerusuhan.
Suara.com - Ribuan massa memadati beberapa titik kantor pemerintah provinsi Kalimantan Timur. Mereka hendak memprotes kebijakan yang dianggap janggal.
Mulai dari pengadaan barang mewah hingga renovasi dengan biaya fantastis di tengah ekonomi masyarakat yang sulit.
Namun di tengah suasana aksi, ada yang mencuri perhatian. Hal tersebut adalah ritual dari adat Dayak.
Mereka melaksanakan sebuah tradisi sakral yang dikenal dengan nama ritual Tampung Tawar atau sering disebut Tepung Tawar.
"Masyarakat adat Dayak melaksanakan ritual tepung tawar, sebagai wujud pengharapan kepada leluhur agar seluruh peserta mendapat perlindungan darn keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa," demikian keterangan yang hadir di akun Instagram Kaltimpost pada Selasa, 21 April 2026.
Berdasarkan pantauan foto, beberapa orang mengenakan atribut khas seperti topi lebar berhias dan ikat kepala kuning.
Mereka tampil dengan busana serba hitam yang memberikan kesan khidmat sekaligus tegas di tengah kerumunan demonstran.
Sebagai informasi, ritual ini merupakan tradisi turun-temurun yang sangat penting bagi suku Dayak, terutama bagi sub suku Dayak Ngaju.
Tujuannya memberikan perlindungan spiritual bagi para peserta aksi yang sedang menyuarakan aspirasi mereka.
Baca Juga: Viral Guru Honorer Seberangkan Siswa Pakai Rakit di Sungai, Akun Gerindra Gercep Cari Alamatnya
Para tokoh adat tampak serius memercikkan bahan ritual sebagai simbol pembersihan diri bagi siapa saja yang hadir di sana.
Selain sebagai wujud syukur, prosesi ini juga membawa pesan perdamaian agar aksi berjalan tanpa adanya kerusuhan atau konflik.
"Ritual ini melambangkan penyucian, perdamaian, serta pengharapan keselamatan, sering dilakukan saat pernikahan, mendirikan rumah, atau pengangkatan tokoh adat," lanjut narasumber.
Berita Terkait
-
Ikut Demo, Influencer Hanna Pertiwi Sindir Pemprov Kaltim Soal Kursi Pijat Hingga KKN
-
TikToker Ini Ngaku Dilecehkan Ustaz Kepercayaan, Keluarga Ogah Lapor Gara-Gara Bukan Orang Kaya
-
Debat Panas di Rosi Soal Makar, Gaya Ngomong Ulta Levenia Disebut Mirip Vicky Prasetyo
-
Viral Pria Jomblo 38 Tahun Diduga Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, Langsung Jadi Samsak Warga
-
Viral! Momen Haru Perpisahan Siswa SMP di Sumedang, Terpaksa Putus Sekolah untuk Jualan Ayam Goreng
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
BBRI Kembali Dilirik JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Tinggi Jadi Andalan
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget