Entertainment / Gosip
Rabu, 22 April 2026 | 16:07 WIB
Sudahkah tepat pengucapan frasa insya Allah di kalimat Anne Hathaway? (imdb.com)
Baca 10 detik
  • Aktris Anne Hathaway menjadi sorotan netizen setelah mengucapkan frasa "Insya Allah" saat membahas harapan hidupnya di masa depan.
  • Secara kaidah, penggunaan frasa tersebut dinilai tepat karena Hathaway menyandarkan rencana masa depan pada kehendak Tuhan.
  • Mengingatkan bahwa dalam Islam, mengucapkan "Insya Allah" dilarang jika digunakan dalam konteks doa yang membutuhkan kemantapan hati.

Suara.com - Potongan wawancara aktris papan atas Hollywood, Anne Hathaway viral karena menyelipkan frasa "Insya Allah." Hal ini jadi ramai mengingat ia adalah seorang Katolik.

Momen langka ini terjadi ketika Hathaway sedang berbagi cerita mengenai proyek sekuel film legendarisnya yang sangat dinanti, The Devil Wears Prada 2.

Namun, alih-alih hanya membahas soal naskah atau perannya sebagai Andy Sachs, Hathaway justru menunjukkan sisi reflektif mengenai masa depan dan ketenangan hidupnya.

Dalam wawancara tersebut, Hathaway mengungkapkan keinginannya untuk mengevaluasi keputusan masa lalu dan menjalani hidup dengan lebih sadar serta tenang. Ia berujar, "Aku hanya berharap bisa hidup dan menikmati hidup. Insya Allah, aku berharap demikian".

Ucapan tersebut memicu diskusi luas. Banyak yang memuji sikap Hathaway, namun muncul pula pertanyaan menarik.

Secara kaidah fikih, apakah penggunaan kata "Insya Allah" dalam kalimat Anne Hathaway tersebut sudah tepat?

Memahami Makna "Insya Allah" untuk Masa Depan

Melansir kipmi.or.id, Rabu, 22 April 2026, secara etimologi, "Insya Allah" berarti "Jika Allah menghendaki".

Dalam ajaran Islam, frasa ini merupakan bentuk pengakuan seorang hamba bahwa segala sesuatu yang akan terjadi di masa depan berada di bawah kuasa Sang Pencipta.

Baca Juga: Anne Hathaway Ucapkan Insya Allah Saat Wawancara, Netizen: Masya Allah Umi Anne

Berdasarkan ilmu fikih, penggunaan kata ini pada asalnya memang diperuntukkan bagi perbuatan yang akan dilakukan di masa mendatang.

Hal ini merujuk pada teladan para Nabi, seperti Nabi Ismail AS yang berkata, "engkau akan mendapati aku, insya Allah, sebagai orang yang sabar."

Anne Hathaway ucapkan Insya Allah saat wawancara dengan People Magazine [Instagram/Anne Hathaway]

Bahkan, Nabi Muhammad SAW juga menggunakan kalimat serupa saat berjanji mendatangi rumah sahabatnya, Itban bin Malik radhiallahu’anhu.

Rasulullah bersabda, "Aku akan lakukan itu insyaAllah."

Jika kita melihat konteks kalimat Anne Hathaway yang berbicara tentang harapannya untuk "hidup dan menikmati hidup" di masa depan, maka secara esensi, penggunaan frasa tersebut sudah sangat tepat.

Ia menyandarkan harapannya pada kehendak Tuhan, yang dalam Islam hukumnya adalah sunah atau dianjurkan dan bukan wajib.

Load More