-
Anne Hathaway viral setelah mengucapkan kalimat Insya Allah dalam wawancara terbaru mengenai karier filmnya.
-
Ucapan tersebut dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap inklusivitas budaya di tengah isu mikroagresi.
-
Publik merespons positif karena Hathaway menempatkan istilah budaya tersebut secara tepat dan sangat tulus.
Suara.com - Aktris papan atas Anne Hathaway mendadak menjadi pusat perhatian netizen global setelah secara spontan melontarkan kalimat religi "Insya Allah".
Pernyataan tersebut muncul saat dirinya melakukan sesi tanya jawab eksklusif dengan majalah People terkait proyek film terbarunya, The Devil Wears Prada 2.
Kejadian ini dianggap sebagai momentum besar bagi representasi budaya Arab di industri hiburan Barat yang seringkali mengalami marginalisasi.
Hathaway menggunakan frasa tersebut untuk mengekspresikan kerendahan hati dan kepasrahan atas umur panjang serta kesehatan yang ia dambakan.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk normalisasi istilah lintas budaya yang selama ini jarang ditemukan dalam kamus percakapan aktor Hollywood.
Bintang film peraih Oscar tersebut menyelipkan doa tersebut saat merefleksikan proses pendewasaan hidup dan rencana masa depannya dengan lebih tenang.
"Aku hanya berharap bisa hidup dan menikmati hidup. Insya Allah, aku berharap demikian," tutur Anne Hathaway secara santai.
Secara terminologi, kalimat yang berasal dari bahasa Arab ini mengandung arti mendalam yakni "Jika Tuhan menghendaki" bagi masyarakat dunia.
Meski sering digunakan oleh umat Muslim, istilah ini kini mulai merambah menjadi kosakata populer global yang digunakan oleh berbagai figur publik.
Baca Juga: Anne Hathaway Turun Tangan Usai Model di Devil Wears Prada 2 Terlalu Kurus
Namun penggunaan oleh Hathaway dianggap jauh lebih bermakna karena ketepatan konteks yang menunjukkan rasa hormat pada keberagaman bahasa.
Kontras Budaya dan Isu Mikroagresi Hollywood
Reaksi hangat masyarakat muncul sebagai bentuk kontras atas insiden kurang menyenangkan yang melibatkan penyanyi Sabrina Carpenter sebelumnya.
Carpenter sempat menuai gelombang kritik pedas setelah dianggap meremehkan tradisi suara melengking khas Arab, Zaghrouta, di panggung Coachella.
Sikap spontan Carpenter yang menyebut tradisi tersebut sebagai hal yang asing memicu luka mendalam bagi komunitas imigran di Amerika.
Hadirnya ucapan tulus dari mulut Hathaway seolah menjadi penawar yang menegaskan bahwa budaya Timur bukanlah sesuatu yang aneh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Komnas Perempuan: UU PPRT Bongkar Akar Diskriminasi Kerja Domestik
-
Tragis! Suami Tewas Dipalu Istri Usai Cekcok Rumah Tangga di Vietnam
-
Modus 'Plotting' Pegawai dan Pengondisian Lelang: KPK Bongkar Peran Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV
-
Sebut Standar Perlindungan PRT Dalam dan LN Kini Setara, Legislator Nasdem: Kemenangan Kemanusiaan
-
AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg
-
Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz
-
Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz
-
China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump