Entertainment / Gosip
Jum'at, 24 April 2026 | 07:40 WIB
Praktik terapi balita di Palembang memicu kekhawatiran karena dinilai membahayakan keselamatan anak. [TikTok]

Suara.com - Sebuah video praktik terapi balita di Palembang memicu kekhawatiran publik karena memperlihatkan metode yang dinilai membahayakan keselamatan anak.

Dalam rekaman yang beredar, seorang bayi tampak menangis keras saat tubuhnya diusap menggunakan daun oleh seorang terapis.

"Bismillah jadwalnya dedek ketemu kyai lagi," tertulis dalam unggahan akun Rumah SiRiH Palembang yang menyertai video tersebut.

"Alhamdulillah kalau malam bobok udah nyenyak ya dek," lanjut keterangan unggahan yang kemudian memicu perdebatan di media sosial.

Akun @teuku.farhan.alf menjadi salah satu pihak yang pertama menyuarakan keresahan dan meminta tenaga medis memberikan penjelasan terbuka.

"Dokter Tirta, Dokter Gia, serta para dokter spesialis anak mohon speak up mengenai video terapi ini," tulisnya dalam unggahan.

"Apakah tindakan terapi seperti ini tidak mendapatkan teguran dari Dinas Kesehatan?" lanjutnya mempertanyakan pengawasan otoritas terkait.

Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya meresahkan publik, tetapi juga berpotensi melanggar standar medis serta etika perlindungan anak.

"Kepada Ketua KPAI mohon bantuannya, ini sudah menjurus pada dugaan eksploitasi anak," tulisnya dalam permintaan tindak lanjut.

Baca Juga: Detik-Detik Pencopet Tanah Abang Diarak di Halte Transjakarta, Netizen: KPK Harus Belajar!

Beberapa jam kemudian, dia memberikan pembaruan terkait langkah yang akan diambil oleh pihak organisasi profesi medis.

"Berdasarkan informasi, sore ini tim IDAI Sumsel akan melakukan kunjungan," tulisnya menyampaikan perkembangan terbaru kasus tersebut.

Dia berharap proses tersebut tidak berhenti pada klarifikasi semata, tetapi menghasilkan tindakan tegas demi mencegah kejadian serupa terulang.

Respons warganet pun bermunculan dengan nada emosional, banyak yang menyayangkan keputusan orang tua membawa bayi ke terapi tersebut.

"Orang tua bayi tersebut tidak seharusnya membawa anaknya ke terapis seperti ini," tulis seorang warganet menyoroti peran orang tua.

"Astagfirullah, sebagai orang tua saya sangat sedih melihat bayi sekecil itu diperlakukan seperti itu," tulis warganet lainnya.

Load More